Bulghotun (Bag.4 dari 6 Artikel Syarat Cari Ilmu)

Bulghotun
asal kata

 بَلَغَ

sampai.
Bulghotun , yang membuat sampainya sesuatu berhasil kepada tujuan.
Boleh saja diartikan bekal. Namun untuk sampainya perjalanan kepada tujuan yang diinginkan maka selain bekal (zadan) juga route perjalanannya itu sendiri (rokhilah).


Surah Almaidah [5]:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian  terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang telah Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan (syir'atan) dan jalan yang terang (minhaja). Sekiranya Alloh menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Alloh-lah kembali kamu semuanya, maka Alloh akan menceritakan kepadamu apa yang kalian telah memperselisihkannya.

Anak Adam mengikuti bapaknya dilepaskan bertebaran di atas bumi kemudian pada saatnya kelak ingin kembali ke sisi Alloh Swt di akhirat , adalah Perjalanan panjang yang sangat melelahkan.
 
Misi perjalanan manusia dapat mencapai tempat yang mulia, rumah abadi dan taman yang indah di akhirat, jika membawa syariat (amalan dengan aturan) dan menempuh jalan (minhaja) yang telah ditentukan di dalam Alqur'an dan Sunah (tuntunan Rosulullohi Saw) dalam hadits.

Bekal Pertama

Golek Banyu Pikulan Warih

Peribahasa Bahasa Jawa, artinya mencari air (dengan wadah besar) dengan memikul atau membawa bekal warih (air minum dalam wadah kecil).
Pada masa dulu di mana belum banyak sumur dibuat, ketika mencari air untuk konsumsi terkadang harus dengan menempuh jalan yang jauh. Saat berangkat itulah juga membawa bekal air matang untuk diminum.

Mencari ilmu sesuai dengan judul di atas juga harus punya bekal.

Bekal ilmu pertama adalah bekal untuk memperoleh ilmu ke dua.
Bekal ilmu yang pertama artinya cara mencari ilmu itu sendiri. Dengan kata lain mencari ilmu itu ya ada ilmunya.
Rosulullohi Saw telah memberi contoh prakteknya mencari ilmu. Praktek tersebut diabadikan dalam hadits Abu Dawud dan sudah dirangkum dalam LPM.36 KTH.


Pembahasan LPM Kajian no.36 : Mengikuti Cara Mengaji Sobahat & Rosul

Mengapa mencari ilmu Qur'an dan Hadits harus pakai ilmu ?

Karena meski bukunya sama, namun dengan cara belajar yang berbeda maka tentu hasilnya pun berbeda.

Bekal Kedua
Bekal berupa biaya. Jaman sekarang segala kegiatan memerlukan dukungan biaya. Ingin mengkaji ilmu selain biaya untuk membeli kitab, alat tulis , ke suatu tempat tertentu dengan jarak beberapa puluh meter atau kilometer juga menggunakan biaya transportasi.