Temu Darat Keluarga Artamita

Alhamdulillah untuk pertamakalinya bertemu dengan para mahasantri Kajian Artamita setelah lebih dari satu setengah tahun membuka kajian jarak jauh "Menghadirkan nuansa pesantren di rumah Anda".

Tepatnya tanggal 6 Mei 2017 mendirikan group WA dengan nama KTH /Kitab Ta'sisu Himmati. Sesuai nama groupnya materi yang dibahas di group itu seputar informasi metode kajian, bahan kajian dan konsultasi. 

Info seputar Kitab Ta'sisu Himmati  

Dari awal terbentuk group , kitab tersebut sudah 110 eksemplar lebih beredar ke berbagai daerah pelosok lintas kabupaten, provinsi hingga ke luar Jawa. Sedangkan dalam bentuk digital format PDF dapat didownload dan diikuti kajiannya oleh mahasantri asal Indonesia yang berada di Hongkong.

Kebutuhan informasi bagi masyarakat umum non pesantren dengan adanya kecanggihan IT (Information Technonogy) banyak terbantu dengan bermodalkan Hp yang terkoneksi internet.

Tema copdar Keluarga Artamita kali ini adalah : 

Merangkai Kata - Merajut Ukhuwah 

Menemukan Makna Hidup - Untuk Hidup Menjadi Bermakna 

Salah satu mahasantri dari Purbalingga akhirnya dapat menyempatkan diri copy darat sekaligus mengajak dua santri dari Banjarnegara.

Ust.Hari Wuryanto, S Pd penyusun Kitab Ta'sisu Himmati segaligus perumus Metode Ekutubu, sedang mngkajikan Kitabusholah
Tidak mensia-siakan waktu, para mahasantri dapat minta penjelasan pada bagian yang belum jelas di kitab yang dikajikan secara jarak jauh. 

Bertempat di kantor Pondok Pesantren Mulyo Abadi Sleman, Yogyakarta. Juga diperagakan praktek tayamum. Karena dengan kajian telekonverensi sebatas panduan dengan suara langsung.

Ust.H.Drs.Supomo sedang in action memperagakan praktek tayamum. Alumni IAIN Sunan Kalijaga ini salah sati tim pengajar Bimbel Duainvesta bidang rokhani (kajian Qur'an dan Hadits)

Copy darat diadakan hari Minggu, 16 Desember 2018. Suasana penuh keakraban seolah sudah lama kenal. Hal tersebut karena sudah terbiasa kajian bareng dengan telekonverensi. Sebuah fitur yang dimiliki provider telkomsel dimana dapat melakukan panggilan telepon hingga maksimal lima mahasantri di berbagai wilayah RI.

Selesai acara jumpa darat , silaturakhim dan kajian darat, rombongan bermobil menuju arah Magelang. 
Alhamdulillah dapat menyempatkan mampir ke rumah salah satu ustadz di Muntilan.

Ust.H.Abdullah Faiz, AMd (no.2 dari kiri) tim pengajar Bimbel Duainvesta bidang rokhani (kajian Artamita)
Kajian jarak jauh Artamita yang dimulai dengan KTH kemudian berlanjut ke Kitabusholah, Kitabuda'wat, Kitabul Janaiz, Kitabul Ahkam , merupakan tindak lanjut dari Kajian Artamita Muthmainah Yogyakarta. 
Dua mahasantri dari Yogyakarta juga ikut menyambut saudara muslim dari Banjarnegara dan Purbalingga.

Saudara-saudaraku muslim dimanapun berada, juga berkesempatan mengikuti salah satu solusi yang ditawarkan Bimbel Duainvesta untuk mengikuti kajian jarak jauh " Menghadirkan NUansa Pesantren di Rumah Anda."

Informasi seputar Metode Ekutubu dapat dibaca di sini  


Selengkapnya...

Naik Atau Mengulangi

Munaqis, Ahmad Ali Sobirin, MT sedang menguji bacaan santri.
Munaqosah untuk santri TPQ Qurrota A’yun Dsn.Pringwulung dilaksanakan pada Jum’at 21 Desember 2018. Kegiatan  .


Tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap enam bulan atau satu semester  tersebut, untuk mengetahui sejauh mana serapan materi yang telah diajarkan apakah sudah sesuai dengan target pembelajaran ( balaghut-ta’alumi) pada tiap kelasnya.
Penguji dilakukan oleh munaqis tingkat kelompok masing-masing TPQ dan dihadiri oleh pengawas dari tingkat desa.

Untuk TPQ tingkat dasar ada enam kelas sesuai dengan jumlah jilid Metode Tilawati.
Dengan gaya cirikhas usia belia, secara bergiliran di tes hapalan doa hariang, asmaul husna, praktek wudhu dan sholat. Yang berbeda pada munaqosah tahun ini adalah para santri saat praktek wudlhu
TPQ bukan sekedar tempat orang tua menitipkan putra-putrinya dari usia dini (PAUD) hingga lulus kelas 6 SD untuk diajari mengaji oleh ustadz-ustadzah. Namun lebih dari itu TPQ adalah bagian dari program PPG (Penggerak Pembina Generus) dengan TRI SUKSES sebagai parameter keberhasilan pendidikan atau target pembelajaran ( balaghut-ta’alumi).

Ambar Kholis sebagai pengawas munaqosah dari tingkat desa menjelaskan bahwa team pengawas dari desa ada 12 personil. Terdiri dari 10 TPQ menyebar ke 4 Kecamatan antara lain Srumbung, Dukun, Muntilan dan Salam.  TPQ tidak saja dibatasi maksimal hingga usia kelas enam SD untuk Tingkat Dasar yaitu membaca al-Quran sesuai hukum tajwid, namun hingga remaja dan muda-mudi untuk Tingkat Lanjut dengan materi mempraktekkan cara kajian di pondok pesantren dengan system arti kata demi kata (ARTAMITA).

Pengawas munaqosah desa Ambar Kholis (peci hitam) didampingi pimpinan TPQ Qurrota A'yun Hari Wuryanto, SPd.


Kegiatan terlaksana dengan lancar hingga saat adzan ashar kemudian sholat asar berjamaah.
Habis sholat ashar Ahmad Ali Sobirin sebagai mubaligh tugasan di kelompok pengkajian Pringwulung masih harus menyelesaikan proses rekapitulasi hasil munaqosah untuk dibawa oleh pengawas munaqosah.

Kepengurusan tingkat desa kemudian menyusun raport yang akan dibagikan ke orang tua/wali tiap santri TPQ.

Naik atau nggak naik bukan menjadi tolak ukur yang diutamakan, namun di balik munaqosah tersebut menjadi pemacu bagi para santri untuk semakin giat menerima pelajaran agama. Sebelum pelaksanaan munaqosah yang diambil nilainya, beberapa kali diadakan pra munaqosah.
Diantara santri TPQ yang mengikuti munaqosah semester 2 Desember 2018.




Selengkapnya...