Aturan Group WA

Jan Koum. Jan Koum (bahasa Rusia: Ян Кум; lahir 24 Februari 1976) adalah CEO dan pendiri WhatsApp bersama Brian Acton. WhatsApp merupakan aplikasi pesan bergerak yang diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai $19 miliar.

Setiap pemilik Hp dengan dukungan software androit hampir dipastikan mengenal yang namanya Whats App (WA). Software media masa yang kondang namun sederhana dalam penggunaannya.

Kalau memberi Hpnya baru, maka aplikasinya sudah disiapkan dan mudah diinstall di Hp.
Tidak berapa lama setelah diinstall dari toko tempat membeli Hp, langsung jreng.....dapat berkomunikasi dengan piranti yang mengasyikkan. Dapat berkirim pesan berupa tulisan biasa, PDF, link website, animasi, video yang sangat menarik perhatian.




Selengkapnya...

Guru Tak Terlihat


Anda dapat menulis campur copasan begitu banyak, siapa guru Anda belajar mengaji ?
Jawabnya pendek “Copas dari FB”
Pertanyaan saya lewat japri ke seorang pendiri beberapa group WA. Saya pun beliau masukkan ke lima group yang dibuatnya tanpa pemberitahuan lebih dulu.
Perkembangan tekhnologi informasi khususnya dalam hal mengirim data ikut mewarnai kancah pembelajaran ilmu agama.
Sebagaimana sifat teknologi ada sisi positif namun di sisi lain juga ada dampak negatifnya.

Menimbang Kajian Online
Kata mengaji berasal dari kaji , semestinya ada materi yang dijadikan bahan kajian.
Namun dengan maraknya penggunaan Hp untuk tujuan “mencari ilmu“ secara umumnya di group WA yang popular di masyarakat luas, maka terjadi beberapa indikasi :
  • Komunikasi di media sosial sifatnya masal, maka siapapun dan dari manapun dapat menyampaikan materi, termasuk materi ilmu agama baik dari Alqur'an maupun Sunah (tuntunan Nabi dalam hadits). Sulit untuk mengetahui pribadi penyampai, profil, alamat dll.
  • Penyampai materi boleh jadi pribadi seseorang yang sekedar membagi (share) mengirim ulang apa yang diterima di hp nya. Sulit diketahui siapa sebenarnya nara sumber yang bertanggungjawab tentang kebenaran isinya.
  • Materi yang yang masuk ke hp satu group saja bercampur dari beberapa sumber. Ini dapat mempersulit konsentrasi dan fokus. Terlebih dari beberapa group. Kecuali jika seseorang mengikuti salah satu sumber yang membuat program tertentu.
Media sosial dengan kecanggihan internet dapat diakses dari manapun oleh siapapun. Kondisi demikian sebenarnya dapat diambil sisi manfaatnya termasuk dalam hal pembelajaran ilmu agama.
Harapan ini insyaAlloh dapat diraih jika tetap mengindahkan kaidah dan syariatnya mencari ilmu agama Islam atau mengkaji Qur'an dan Sunah (hadits sohih).

Lalu bagaimana kaidah atau cara mencari ilmu sesuai pakemnya ?
Berikut salah satu hadits yang dapat diterapkan :
 

 " Al-ilmu diinun washolatu diinun fan-dhuru 'an man ta'khudhuuna hadhal ilmi wa kaifa tusholuulna hadzas-sholati fa innakum tus-aluna yaumal kiyamah" HR.Ad-Dailami.

Ilmu adalah (bagian dari) agama, sholat adalah agama. Maka lihatlah orang dari mana kau ambil ilmu ini dan lihatlah bagaimana engkau (amalkan) sholat pada sholat ini karena sesungguhnya kalian dipertanyakan di hari kiyamat.

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa materi kajian dan pedoman umat muslim tentunya dua pusaka peninggalan Rosulullohi Saw yaitu Alqur'an dan Sunah (hadits) 


Namun dalam belajarnya agar hasilnya sesuai dengan pengertian sebagaimana yang disampaikan oleh Rosulullohi Saw kepada para sohabat, hendaknya mengikuti syariat yang telah ditentukan.

Hadits di atas salah satunya.

Berikut video Penelusuran Cara Kajian Para Sohabat (video 1)

 https://www.youtube.com/watch?v=LZU7ZuU8Vlg

 Video lanjutannya (video 2, khatam)

 https://www.youtube.com/watch?v=zbZRlWKpjXo&t=158s

Selengkapnya...