Pembahasan LPM Kajian No.14 : Alat Kokoh Berpegang Teguh Agar Tidak Tersesat












Klik immage di atas untuk memperjelas 

wa qola shollallohu 'alaihi wa salam taroktu fii kum amroini lan tadhillu ma tamassaktum bihima kitabillahi wa sunnati nabiyihi

Dan bersabda sholallohu 'alaihi wa salam telah aku di dalam kamu sekalian dua perkara tidak akan tersesat kamu sekalian selama berpegang teguh dengan keduanya (yaitu) AL-Quran dan sunah/ajaran nabinya Alloh.

NB: Agar memudahkan mengetahui arti kata demi kata dari setiap postingan dalil Quran atau Hadits, silahkan mengamati dengan perbedaan warna. Untuk lafadz Arabic berwarna hijau sedangkan untuk terjemahan dalam bhs.Indonesia berwarna biru.

Saudara-saudaraku di mana saja, bagaimanapun keadaanya, bersyukur kepada Alloh SWT masih berkenan memberikan kepada kita mengoptimalkan sisa-sisa umur untuk diisi amal sholih memperbanyak bekal saat menghadapNYA kelak.

Empat belas posting telah kita lalui dari rencana total 39 insyaAlloh hingga khatam. Apa yang dapat saya dan Saudara ambil dari hikmah belajar kajian di sini berharap Alloh SWT memberikan petunjuk ke jalan kebenaran dan keselamatan. 

Ok, kita lanjut

Hadits yang kita posting ini barangkali sudah tidak asing di telinga Saudara2, karena memang cukup populer.

Sabda Rusulullohi SAW ini merupakan wasiat kepada kamum muslimin yang ditinggalkannya bahwa dengan berpegangteguh kepada apa yang rosul ajarkan, maka tidak akan tersesat.

Yang perlu digarisbawahi dari sabda rosul di sini adalah " dengan berpegang teguh maka tidak akan tersesat"

Ada dua hal yang menjadi prinsip di sini,

bahwa jika tidak berpegang kepada kitabillah dan sunah/tuntunan rosul akan tersesat, karena demikian banyaknya ajakan, pendapat, pandangan  dari manusia yang tidak bersumber kepada aslinya petunjuk rosul, begitu menggoda dan meninabobokkan mayoritas umat. Kebanyakan dalam hal tuntunan ibadah lebih tertarik kepada perkara yang kelihatan mudah dilakukan terlebih sudah lama membudaya di kehidupan masyarakat meskipun tidak jelas sumber hukumnya baik dari Kitabillah maupun hadits rosul.

Yang kedua Rosululloh cukup melafadzkan "tidak akan tersesat"  bagi sesiapa yamg benar berpegangteguh. Sedangkan pada hari akhir kelak yang ada hanya dua pilihan, keselamatan (menuju surga) atau tersesat (tidak berhasil sampai surga alias masuk neraka). Begitu dalam pengertian apa yang Rosululloh sabdakan sebagai wasiat bagi kita umat sepeninggal beliau.

Dalam hal seseorang menjalankan ibadah, sebagaimana telah difirmankan Alloh SWT dalam Quran Surah Adzariat (51) ayat;56 " Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah (menyembah) kepadaKU" , hendaknya betul diniyati karena Alloh semata. Godaan dan rayuan yang menghadang hendaknya disikapi sebagai ujian dariNYA. Jika tidak diniyati sungguh2 maka dapat mudah terpengaruh , tertipudaya oleh keadaan , situasi di sekitarnya.

Coba kita amati ketentuan dari Alloh SWT yang dipatenkan pada surah Al-An'am (6); ayat 116 " Dan jika engkau (Muhammad SAW) taat kepada kebanyakan orang di bumi niscaya mereka menyesatkanmu jauh dari jalan Alloh, tidak mengikuti mereka melainkan kepada persangkaan, dan tidak ada mereka selain mengada-ada / berbuat dusta"

Rosulullohi SAW saja yang sudah mendapat wahyu langsung dari Alloh SWT masih diperingatkan dengan tegas. Terlebih kita umatnya jika tidak betul2 mengindahkan maka besar kemungkinan akan tersesat jalan.

Besarnya godaan yang dirasakan umat yang hendak benar2 konsekuen dengan ajaran kemurnian agama Islam di tengah umat kebanyakan diibaratkan hendak menyeberang sungai yang cukup besar arusnya. Jika tidak punya pegangan yang kuat dan ingat dengan tujuan awal ingin melewati sungai sampai berhasil mendarat di seberang sana, niscaya akan terbawa arus.

Berpegangteguh kepada kitabillah dan sunah nabi dalam prakteknya yaitu dengan mengkaji, mengetahui bacaan lafadz Arabiahnya lalu mengerti arti, maksud dan tujuannya. Dari hasil kajian ini jika ada cerita dipercaya, jika ada perintah dilaksanakan, jika ada larangan dijauhi.

Dalam mengamalkan jika ada ujian/cobaan ya tetap disikapi dengan sobar dan penuh "tawakal" berserah diri kepadaNYA.

Ujian yang Alloh berikan kepada hamba yang sungguh ingin mencari ridho dan rohmat, harus tetap dihadapi dengan keyakinan akan mendapat pertolongan dan kemudahan. Setiap kesulitan yang dihadapi harus terus ditembus, karen dibalik kesulitan ada kemudahan " inna ma'al 'usyri yusron " sungguh beserta kesulitan (ada) kemudahan.

Kitabillah dan sunah/hadits Rosul merupaka alat yang kokoh agar kita tidak tersesat, agar kita tidak hanyut terbawa arus.

Dengan senantiasa kita memohon petunjuk disertai dengan usaha menelusuri jejak sabdanya semoga kita semakin didekatkan menuju hidayah dan rohmanNYA, aamin.