Pengajian Muslimatan NU Di Pringwulung

PLT Kades Kradenan Bp.Pangripto memberikan sambutan.

" Pripun usahane kito, sing supados anak niku dados putro ingkang solih-solihah sik iso nylametake kulo lan panjenengan kedah dipun didik kanthi ingkang saestu" 

Demikian Gus Sam , sebutan Bpk Kyai Syamsudin dari Desa Mranggen, Srumbung dalam memberikan sambutan.
Bagaimana usaha kita agar anak bisa menjadi solih dan solihah yang dapat menyelamatkan kita, harus dididik dengan serius.

Pengajian Muslimatan NU kali ini Minggu, 1 Desember 2019 bertempat di halaman Masjid Alhuda Dsn Pringwulung, Ds.Kradenan, Kec.Srumbung , Kab .Magelang.
Lokasi masjidnya persis berada di depat rumah penulis. Hanya tersekat jalan kampung.

Alhamdulillah , pelaksanaan giat tolabul ilmi yang diagendakan setiap selapan hitungan hari pasaran Minggu Kliwon tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala hujan.
Tidak kurang dari 300 jamaah pengajian, hadir dari berbagai dusun se Desa Kradenan  menyemarakkan dengan penuh hikmat.
Bp.Kyai Syamsudin dari Ponpes Lembah Manah Mranggen, Srumbung
Tema maulid Nabi Muhammad Saw juga dibeberkan pada pengajian tersebut. Disamping pokok pembicaraan sebagaimana kepala tulisan di atas. Anak adalah titipan dari Alloh Swt yang juga sebagai fitnah/ujian bagi orang tua.

Sedangkan PLT Kepada Desa Kreadenan dalam sambutannya menghimbau kepada warga dusun jika masih ada RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni segera melapor kepada Kepala Dusun untuk didaftarkan calon penerima bantuan.

Sementara Ketua Fatayat Desa Kradenan Ibu Miderrahayu dijumpai setelah memberikan sambutan menuturkan bahwa kegiatan pengajian muslimatan termasuk untuk menguatkan silaturakhim, memperbanyak kader kepengurusan ini, didanai dari infaq harian toples NU disamping dari sodaqoha jamaah pengajian yang hadir.

Suasana pengajian menjadi semarak dengan ibu-ibu dusun Pringwulung dengan seragam yang baru. Semangat yang penuh pengabdian tercermin di wajah-wajah mereka yang sumringah (cerah: red).

Ibu-ibu Dsn Pringwulung sbg team tuan rumah dan among tamu.
Beberapa personil unsur pengamanan dari BanSer juga senantiasa berjaga-jaga mengamankan jalannya kegiatan. Mulai dari penataan parkir kendaraan, hingga pemantauan lancarnya acara secara keseluruhan.


Pengajian diselenggarakan dengan model "tasma'un" asal kata سَمَعَ yang kemudian lebih dikenal dengan istilah sema'an yaitu guru / kyai membacakan ayat/hadits atau memberikan tausiyah, sedangkan para hadirin mendengarkan.
Metode ini merupakan salah satu variabel pendukung kedudukan suatu hadits mencapai derajat sokhih. Pada masa sohabat , yang kita jadikan dasar hukum, Rosulullohi Saw dalam hadits Abu Dawud bersabda " Kalian mendengarkan , kemudian didengar dari kalian dan didengar dari orang yang mendengar kpd kalian"
Mengaji memang ada ilmunya.
Semoga dengan terus mengaji secara kontinyu dan berkesinambungan, Alloh Swt berkenan memberi dan menetapkan kita di dalam hidayahNYA.

Terimakasih, matur syukur kepada panitia pengajian muslimatan secara keseluruhan yang telah menghadirkan nuansa tolabul ilmi di dusun Pringwulung. Tempat lahir penulis.
Sampai jumpa pada pengajian muslimatan , Minggu Kliwon yang akan datang 5 Januari 2020 di Dusun Karanggondang.

Baca Juga  

 

Cara Sohabat Mengaji Kepada Rosulullohi Saw 

 

4 Manfaat Mengaji Hadir di Majelis Ta'lim

 

Menghindarkan Penyesalan Di Akhirat








Selengkapnya...

Seri Tanya Jawab : Menjadikan Alqur'an di Belakang Punggung


Aswb.
Mungkin perlu didetailkan
Contoh
menjadikan Qur'an didepan semisal kita harus bgmn ?

Menjadikan Qur'an  dibelakgnya semisal bgmn. ?

Begini tulisan respon dari group KTH (Kitab Ta'siisul Himmah) dengan aplikasi media sosial WA.

Grup dengan link di bawah ini 

https://chat.whatsapp.com/0AIwKWlyGub5wERfVOiJa8

dibuat lebih dua tahun lalu , tepatnya pada pada 06/05/2017.
Materi pembahasan utama sesuai nama group yaitu KTH.

Dilatarbelakangi oleh kesibukan para netizen (masyarakat internet) yang ingin tetap ikut mendapatkan materi kajian Qur'an Hadits yang berbasic pesantren. Maka dibuat program KBPJJ (Kajian Berbasic Pesantren Jarak Jauh).

Bertepatan artikel ini diterbitkan pada Rabu, 27/11/2019 masih kajian KTH angkatan ke-VII.

Media Sosial Dinamis 

Sebagaimana karakteristik media sosial yang dihuni penduduk dari berbagai latarbelakang meski ada program tertentu, diantara anggota group boleh jadi mengajukan pertanyaan terkait materi yang dibahas, bahkan memposting materi dengan tema baru.

Terkait dengan pertanyaan sebagaimana kepala tulisan di atas, maka admin atau team redaksi merasa perlu untuk memberikan jawaban. Karena orang bertanya memerlukan jawaban setidaknya tanggapan yang baik.

Pertanyaan muncul dari salah satu member group sebagai respon atas tulisan dalam gambar halaman depan website www.duainvesta.com  






“ Alqur’an adalah penolong yang diberi idzin untuk menolong dan pelapor yang dibenarkan, barangsiapa menjadikan Qu’an di depannya (sebagai pedoman hidup) maka Qur’an menuntunnya ke surga dan barangsiapa menjadikan di belakangnya (mengabaikan ) maka alqur’an menariknya ke neraka”

Sabda Rosulullohi Saw HR.Ibnu Hiban, Baihaqi & Tobroni.

Penanya mengajukan tulisan

Mungkin perlu didetailkan
Contoh
menjadikan Qur'an didepan semisal kita harus bgmn ?

Respon Pertanyaan

Jawaban untuk pertanyaan pertama "menjadikan Qur'an di depannya " maksudnya adalah menjadikannya sebagai pedoman hidup yang harus diikuti. Jika di dalam Qur'an ada amaran atau perintah maka diikuti dan manakala ada larangan maka dijauhi, tidak dikerjakan.

Orang yang mengikuti petunjuk kehidupan di dalam Alqur'an dengan diawali mempelajari artinya ayat, sehingga dapat memahami kandungannya untuk diikuti, maka Alloh akan menggolongkan ke dalam orang yang diberi hidayah.
Hidayah atau petunjuk akan membawa kepada golongan orang beriman. Tentu saja orang iman tidak sebatas meyakini dalam hati namun juga mewujudkan ke dalam amal sholih.
DI dunianya Alloh Swt akan memberikan kehidupan yang baik kepada orang-orang iman.
Sebagaimana tertera pada ٍSurah An-Nahl [16] : 128.


"Barangsiapa yang beramal sholih dari laki-laki atau perempuan dan dia beriman, maka niscaya sungguh kami hidupkan dengan kehidupan yang baik. Dan niscaya sungguh Kami balas pahala mereka dengan yang yg lebih baik dari apa yang mereka amalkan".

Mengedepankan Alqur'an, sudah barang tentu cinta, ridho hatinya dengan segala yang berhubungan dengan Alquran. Silaturakhim , bertemu saudara dalam hal kajian Alqur'an.

Sekarang sudah ada metode mudah, praktis mempelajari Alqur'an dan Suanh (hadits). Bukunya sudah diterbitkan.
Untuk informasi Metode Ekutubu dapat

KLIK DI SINI

Sedang point ke -dua pada pertanyaan
" Menjadikan Qur'an  dibelakgnya semisal bgmn. ?"

Alqur'an adalah kumpulan surat-surat dari Alloh Swt yang ditujuan kepada manusia ciptaanNYA melalui perantara yaitu Malaikat Jibril. Jumlahnya ada 114 surat dari Al-Fatihah hingga An-Nas. Dihimpun menjadi 30 juz.

Barangsiapa menjadikan Alqur'an di belakangnya , maksudnya hidup di alam dunia tidak mempedulikan pedoman hidup yang telah dibuat oleh Yang Memberi Kehidupan.
Berpaling dan lalai dari dzikrulloh (Alqur'an).
Akibatnya orang tersebut akan digandengkan dengan syetan.

Alloh Swt sudah mengingatkan kita dalam Surah Zukhruf [43]:36


" Barangsiapa yang lalai dari ingat Alloh Yang Maha Rohman, maka Kami gandengkan dengan syetan, maka syetan menjadi qorin (teman akrab) baginya" 

Syetan dari golongan iblish yang telah berikrar di hadapan Alloh untuk sebanyak mungkin menyeret manusia menjadi bala tentaranya di neraka kelak, tentu akan memperdaya manusia yang lalai terhadap peringatan Alloh (Alqur'an).

Menjadikan Alqur'an di belakang punggung, menjadi santapan syetan menjadi makhluk yang kufur (mengkingkari firman Alloh). Menjadi golongan jahiliyah , ketidaktahuan (kebodohan;red) yang temtu saja akan diseret ke dalam kehidupan yang penuh dengan siksaan api membara kelak di akhirat.
Di akhirat hanya ada dua kehidupan yang sangat kontras, surga atau neraka.














  
Selengkapnya...

Copas Dibayar

Copas, ya copy paste.

Istilah ini sudah sangat populer terutama bagi netizen, masyarakat pengguna internet. Bagi pengguna WA tinggal blok  materi yang akan di copas lalu sentuh tanda salin (bagi hp berbahasa Indonesia), menuju kontak japri atau group, kemudian paste atau tempel , kirim. Beress.

Copas dibayar

Apa dan bagaimana acara atau program Copas Dibayar itu ?. Spontan timbul pertanyaan : yang dicopas apa, yang bayar siapa, sepertinya enak sekali.

Program ini terkait dengan promosi yang dilakukan oleh Duainvesta Media Artamita distributor Buku Tilawati. Serangkaian program pembelajaran membaca Alqur'an dari tingkat dasar untuk segala usia.

Copas Dibayar
 

Apa yang dicopas ?

Seperti kalimat begini, enak ya beliau sekali tandatangan nilainya bisa 5 juta rupiah.
Nah tentu ini tidak sembarangan tadatangan, iya kan. Ternyata semacam bagian QC (Quality Control) yang meloloskan opname tander projek konstruksi yang nilainya diatas setengah milyar. Boleh jadi lebih besar lagi nilainya tergantung bobot tandatangannya. Melakukannya tandatangan sangat ringan, hanya pegang ballpen, tapi tempat dan waktunya tentu sangat terbatas.

Demikian pula " Copas Dibayar " dari distributor Duainvesta Media Artamita, ada sedikit proses yang perlu dilalui.

Materi yang dicopas adalah Link Akun Website yaitu sederetan nama website yang mengandung kode username member program Duainvesta.



 

Selengkapnya...

Tulu Zamani (Bag.6 dari 6 Artikel Syarat Cari Ilmu)

Butuh Waktu.

" Aku sedang duduk di dekat Abi Darda' di masjid Damaskus. Ketika itu ada seorang lelaki berkata < Wahai Abu Darda' aku datang kepadamu dari Madinah, kotanya Rosulillahi Saw untuk konfirmasi hadits yang sampai kepadaku , bahwa engkau bercerita dari Nabi Saw> engkau bukan datang karena dagangan ? <bukan>" al hadits. Haditsnya cukup panjang 2 halaman ukuran buku tulis. Atau satu halaman ukuran kertas A4.
Seorang tabiin mencari ilmu untuk kejelasan hadits dari Madinah hingga Damaskus.
Dalam bahasa Arab disebut Damasyq , saat ini adalah ibu kota negara Suriah. Sebuah kota tua yang penuh dengan sejarah peradaban Islam. Pusat pemerintahan pertama Islam di luar Jazirah Arab.

Saya coba-coba saja cek di google.


Jarak lurus antara Madinah hingga Damskus adalah 1.056 km. Sedang jarak lintasan sebenarnya 1.330 km.

Seorang laki-laki anonim, tidak disebut namanya benar-benar menunjukkan kesungguhan cari kejelasan atas hadits yang sebelumnya pernah didapatkan. Saking pentingnya tabayun hingga rela menempuh jalan seribu km lebih. Katakanlah dengan berkendaran unta dalam sehari 40 km maka jarak 1.330 km ditempuh lebih dari satu bulan.

Sesuai dengan judul tulisan, Tulu Zamani , waktu yang lama merupakan salah satu syarat mendapatkan ilmu agama.

Selain dari faktor jarak tempuh yang tentu saja memakan waktu, apa saja faktor-faktor lain mencari ilmu agama bahkan hingga memakan waktu relatif lama ?

  • Banyaknya Jumlah Ilmu. Banyaknya ayat Alqur'an yang berjumlah 6.237 (hitungan saya). Untuk menjadi hamba yang istiqomah dengan memahami, menghayati dan mengamalkan tentu tidak cukup dengan membacanya. Perlu upaya telaah ayat demi ayat bahkan arti kata demi kata (artamita). Saya ambil contoh Alqur'an di rumah dengan tebal 542 halaman. Jika dalam satu minggu atau 7 hari dapat mengkaji bacaan, telaah makna dapat satu halaman. Berarti untuk 542 X 7 = 3.794 hari. Dibagi 365 = 10 tahun lebih.
  • Lama Mencari Pendamping. Namanya mempelajari ilmu agama perlu pendalaman secara intensif. Diperlukan sosok pendamping yang setia membimbing untuk mencapai " balaghut-ta'alumi" target pembelajaran. Bagi umat yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu agama hingga menemukan seorang relawan spiritual, bisa cepat juga lama.
  • Mencerna Makanan Asing. Materi kajian adalah ilmu pengetahuan termasuk makanan rokhani. Diterima melalui panca indera mata dan telinga lalu diproses dalam pikiran selanjutnya masuk ke dalam hati. Bahasa Arab sebagai tampilan visual maupun lingustik , lafadz bukan bahasa yang dipakai sehari-hari. Saat menerima kajian belum dapat langsung memahami kandungan makna (hikmahnya). Sehingga sangat dianjurkan untuk tadabur , mengulangi memahami kandungan makna yang telah dikaji.

Waktu yang lama untuk mengkaji ilmu agama, hal yang sangat lumrah.
Rosulullohi Saw sendiri sejak pertama terima ayat Qur'an hingga khatam sekitar 23 tahun.

Waktu umur kita sepanjang usia patut dan sudah selayaknya digunakan untuk mencari jalan pulang menuju Alloh Swt.
Permohonan hidayah kepada Alloh Swt senantiasa dipanjatkan dengan disertai mengikuti petunjuk Rosulullohi Saw agar kehidupan ini menjadi barokah.

Kita punya waktu yang cukup insyaAlloh untuk mengkaji Qur'an dan Sunah (hadits). Semoga saja kita digolongkan hamba yang dapat bersyukur akan kesempatan yang Alloh Swt berikan kepada kita. Sebagai tanda syukur hendaknya bersungguh-sungguh dalam belajar makna dan kandungan Qur'an. Karena di sanalah terkandung hikmah.

 # Baca Juga :

Selengkapnya...

Irsyadi Ustadzi (Bag.5 dari 6 Artikel Syarat Cari Ilmu)

Irsyadu Ustadzi , Petunjuk Guru.

Tanpa adanya guru yang menuntun, bagaimana jadinya agama ini.
Seorang guru menjadi penentu arah bagi murid yang akan mengikuti.

Rosululloh Saw berguru kepada Malaikat Jibril


Surah Alan'am [6]:106. Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia (Alloh); dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

Dasar pemahaman ilmu agama Islam adalah wahyu dari Alloh Swt yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw melewati Malaikat Jibril. Rosulullohi Saw berguru kepada Malaikat Jibril. 
Semenjak pertama kali menerima wahyu di Gua Hiro' dengan Surah Al-Alaq hingga seluruh surat diturunkan sampai khatam total 30 juz, guru Rosululloh Saw hanya Malaikat Jibril.

Sohabat berguru kepada Rosulullohi Saw

Rosululloh Saw diperintahkan untuk menyampaikan kepada manusia yang mau taat mengikutinya, apa yang telah diwahyukan.

Surah Almaidah (67). Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Alloh menjagamu kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Tabi'in berguru kepada Sohabat.

Orang-orang yang beriman dan menjumpai masa hidup Rosul, disebut sebagai Sohabat. Mereka langsung berguru dengan melihat dan mendengar Rosul dalam memberikan pelajaran agama baik ucapan atau contoh amalan. Setelah memahami apa yang diterima kemudian diyakini dan diamalkan, Rosul juga memerintahkan para sohabat agar menyampaikan kepada orang lain lagi. 

Rosul menyeru kepada para Sohabat agar menyampaikan kepada Tabi'in, yaitu orang yang mengimani kepada wahyu Alloh Swt tetapi tidak menjumpai Rosul.

Hadits tentang seruan Rosul tersebut telah dihimpun pada Kitab Ta'sisu Himmati LPM (Lembar Praktek Makna) no.31.

Pembahasan LPM Kajian no.31 : Penyampai Amanah Rosulullohi SAW

" Sampaikan dariku walaupun satu ayat. Dan ceritakanlah tentang Bani Isroil tidaklah berdosa. Dan barangsiapa yang berdusta dengan sengaja mengatasnamakan aku maka bertempatlah di neraka " HR.Tirmidzi. 

Menyampaikan ilmu agama jika benar sesuai pesan Nabi, yang disampaikan adalah apa yang diterima, tidak menambah, tidak mengurangi maka mendapat pahala yang berlipat. Bagian dari amal jariyah.
Namun jika yang disampaikan jelas-jelas bukan dari Rosul namun mengatakan dari Rosul, maka diperintahkan masuk neraka saja.

Urutan guru-berguru dari Jibril-Rosulullohi Saw-Sohabat-Tabi'in merupakan contoh praktek dalam hal mencari ilmu Islam dan bagaimana menyebarkannya. Ibarat pipa yang saling bersambung rapat.
Dari pusat sumber air, pipa-pipa tersebut berfungsi untuk mengalirkan air kemanapun, sampai kapanpun. Sifat dan warna air dari sumber air hingga kran-kran tempat mengucurkan air, maka air tersebut tidak berubah sifat dan warnanya.

Pembahasan LPM Kajian no.36 : Mengikuti Cara Mengaji Sobahat & Rosul

Mencari guru yang siap mengajari hingga mendampingi, di era globalalisasi dan informasi saat ini , harus diperhatikan. Apakah orang tersebut mempunyai sambungan pipa ke atas secara sambung-bersambung atau tidak.
Karena belajar ilmu agama tidak dapat otodidak , belajar sendiri. Dan agar diteliti betul bagaimana dan dari mana dia mendapat ilmunya.

Baca juga :






Selengkapnya...