Apa Kata Kunci Usaha Anda Melejit ? Ternyata Ini Salah Satunya

Apa salah satu kata kunci yang membuat usaha penjualan tetap eksis dan tidak ada matinya ?

Faktor Kebutuhan !

Iya, karena  "pangan -sandang-papan" merupakan kebutuhan dasar manusia. Satu hal yang tidak dapat ditawar, bahwa seseorang yang masih hidup dipastikan membutuhkan pangan. 

Jika seorang ingin memulai usaha baru, maka bidang sembako dapat dilirik agar jualannya tetap eksis dan laris manis.
Saking pentingnya kebutuhan pangan dan papan bagi masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan bantuan kepada masyarakat.
Dengan pendataan yang dilakukan oleh Perangkat Desa atau pegawai kelurahan/RW turun langsung melakukan penjaringan ke warga yang masuk kategori RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Bagi mereka diberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Bantuan pangan juga diberikan berupa beras dan telur setiap bulan.

Manusia Hanya Butuh Pangan ?

Kebutuhan manusia selain jasmani tidak kalah pentingnya kebutuhan rokhani. Ketersediaan materi duniawi untuk menunjang pemenuhan Kebutuhan Jasmani, pangan-sandang-papan. Sedang kebutuhan informasi seputar ilmu pengetahuan, nasihat, bimbingan agama adalah cakupan Kebutuhan Rokhani.

 

Pemenuhan Kebutuhan Rokhani untuk mengisi ruh/jiwa. Dan tentu ini pembeda derajat manusia dibanding makhluk lainnya.




Selengkapnya...

Belajar Islam Melalui Gambaran : # 1. Begini Mengendapkan Ilmu

Surah ar-Ro'du [13];17



Alloh telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih air itu  akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

Saudara-saudaraku sahabat Artamita,
banyak sekali gambaran-gambaran yang Alloh Swt frimakan dalam muskhaf Kalamullohi Alqur'an.
Ayat yang mengandung kalimah (kata, dlm Bhs Indonesa) " كَمَثَلِ " /kamatsali, sebagaimana gambaranya .... ada 12 ayat. Total ayat yang memuat kata " مَثَلَ "/gambaran/perumpamaan ada 61 ayat.

Dengan beberapa gambaran itu , Alloh Swt yang maha baik, menghendaki hambanya dapat dengan dengan mudah memahami Kalamulloh dan mengambil sebagai peringatan.


Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka mengambil peringatan.
Surah Ibrohim [14]: 17. 

Inti Gambaran.

Setiap gambaran yang diutarakan mengandung inti sari hikmah yang disampaikan.

Air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. 

Bagian awal dari ayat tersebut Alloh menunjukkan dengan keadaan yang sebenanya terjadi di hadapan manusia.  Buih dari air mengikuti air yang mengalir. Buihnya menjadi kering sedang airnya meresap kedalam tanah. Air tersebut yang mengendap dan meresap ke dalam tanah dapat memberi manfaat dapat menumbuhkan biji-bijian yang kemudian tumbuh ke atas permukaan tanah.
Gambaran kedua , 
Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. 
Saat seorang pembuat alat perkakas atau membakar perhiasan untuk dibersiahkan, timbul pula kerak di permukaan peralatan tersebut. Kerak menjadi terbuang dan yang bermanfaat adalah perkakas atau perhiasan yang dibersihkan.

Dari dua gambaran dapat disimpulkan bahwa benda yang bermanfaat adalah yang mengendap yaitu air (pada gambaran pertama) dan peralatan atau perhiasan yang dibersihakan (pada gambaran kedua).

Implementasi Gambaran di Era Komunikasi. 

Hikmah dari suatu gambaran dapat berlaku untuk kondisi yang berbeda. 
Dari berbagai referensi dan rujukan yang telah ditadabur, dari berbagai ayat dan dengan dukungan hadits-hadits yang senada, ada relevansinya dengan mencari ilmu agama di era komunikasi. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan dukungan Teknologi Informasi (IT) kini Hp telah memasuki berbagai keperluan umat. Dengan kemudahan akses internet berbagai daerah bahkan hingga pelosok, pemegang Hp dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi.
Tak dapat dielakkan termasuk aktivitas masyarakat dalam mencari ilmu agama (mengaji) juga mengalami pengembangan yang sangat beragam. 
Mengamati fenomena mencari dan menyebarkan ilmu agama , dengan begitu mudahnya seorang menerima copas berbagai tema agama dengan menampilkan ayat alQur'an , tafsir hadits dan berbagai pendapat penulisanya. Dapat membanjiri group WA. Diterima oleh satu member dalam satu group, kemudian dishare ke group lain, menjadi viral , terduplikasi layaknya virus. Entah dari mana dan siapa penulis pertama sulit dilacak. 
Seorang yang berniat belajar agama Islam dengan cara demikian dan tanpa hadirnya seseorang pendamping, maka dapat terjadi kebimbangan. Seiring jalannya waktu, semakin banyak materi ilmu agama tersebut yang masuk ke Hp, maka ilmu yang banyak tersebut seolah menjadi materi yang kurang bahkan tidak direspon lagi. Khawatir space memori Hp menjadi sesak yang dapat menyebabkan kinerja Hp menjadi ngadat, maka banyak materi yang didelete.
Materi ilmu agama yang sepatutnya dihargai layaknya harta warisan, karena perubahan pola pikir umat yang dipengaruhi mekanisme penyebaran informasi di era global, akhirnya ilmu agama yang disebarkan lewat medsos seolah gambarannya seolah-olah seperti buih air terbawa arus kesana-kemari akhirnya mengering, hilang tidak berbekas. Sedangkan airnya mengendap meresap ke dalam tanah dan bermanfaat menumbuhkan biji keluar dari dalam tanah.


Mengendapkan Ilmu

Ilmu yang bermanfaat apabila dapat dikendalikan dan diendapkan. Di era komunikasi bebas ini, ilmu Qur'an dan Hadits yang bergerak liar tanpa pengedali menjadi sulit dilacak siapa nara sumber yang bertanggungjawab. Tanpa adanya pendamping akan mendorong seorang menjadi belajar sendiri (otodidak). 
Seseorang yang memahami ilmu agama dengan belajar sendiri tanpa adanya pembimbing atau pendamping ketika menghadapi pertanyaan dalam hati akan dijawab dengan akal atau pendapat sendiri (ro'yu). Jika ini terjadi maka akan merusak pengertian atau nilai kebenaran yang semestinya dijaga. Ilmu agama yang sudah tercampuri dengan akal, pendapat bahkan subtektifitas penulis atau pembicara bukannya manfaat yang didapat, tapi madhorot yang muncul.


Maka cara mengendapkan ilmu dan menjadikannya agar bermanfaat, antara pemberi ilmu dan penerima semestinya mengikuti syariat atau sunah /tuntunan Rosulullohi Saw yang dipraktekkan kepada para sohabatnya.

Salah satu upaya menangkap dan menetapkan ilmu yang didapat adalah dengan berguru kepada seseorang yang telah berguru sebelumnya. 

Ibnul Mubarok dalam muqodimah Sohih Muslim menjelaskan

 " الإسناد من الدين ولو لا الإسناد لقال من شاء ما شاء "

Isnad adalah (bagian) dari agama, jika tidak ada isnad niscaya seseorang berkata dan apa yang dia dia inginkan.
 
Antara pemberi dan penerima ilmu juga diharap dapat terjadi berinteraksi dalam hubungan dua arah. Penerima ilmu lebih afdhol memiliki kitab yang dikaji dan menuliskan keterangan (albayinah) ke dalam buku atau kitab milik sendiri. Saat menerima ilmu bersungguh-sungguh konsentrasi agar dapat menerima dan memahami apa yang diterangkan oleh penyampai.
Dengan memeiliki hasil catatannya maka pada waktu lain, muta'alim atau orang yang belajar dapat melakukan tadabur yaitu mengulangi menghayati kandungan makna dari ayat Qur'an atau hadits yang telah di kaji. Mengkaji akan lebih mudah diikuti dengan metode Ekutubu.

Dengan cara demikian, diharapkan ilmu yang didapat menyisakan hikmah . mengendap dalam hati didasari keyakinan dapat menumbuhkan bibit keimanan. Dengan tetap menjaga niyat semata berharap ridho dan rohmat Alloh Swt, dapat menghasilkan amalan yang maqbul (diterim oleh Alloh).

Baca Juga Artiket Terkait : 

Cara dan System Sederhana Mengkaji Qur'an dan Hadits dgn Metode Ekutubu 

Cara Sohabat Mengaji Ilmu Kepada Rosulullohi Saw







Selengkapnya...

Ruhlah Ke-III Artamita-Yogyakarta

Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh. Saya dari Jepara. Saya akan memperkenalkan diri nama saya Bu Rokhisatun.

Alhamdulillah saya bisa menemukan KTH-Artamita. Awalnya saya pingin sekali bisa mendalami Alqur'an, isinya.
Pertama karena guru ngaji saya meninggal yang dari ustadzah Milkha, terus yang kedua juga sudah meninggal. Yang ketiga, saya pas di Jakarta, anak saya nyari2 chanel ternyata ada KTH-Artamita, subhaanalloh.

Sebagian potongan kisah yang disampaikan salah satu santri artamita dari Jepara.

Sebagaimana rancangan seperti susun acara pada proposal, kegiatan Ruhlah ke-III Artamita atas idzin Alloh dapat diselenggarakan pada hari Selasa, 24 Desember 2019 di Restoran Taman Pringsewu jl.Magelang km.9 Mulungan, Sleman , Yogyakarta.

Acara dibuka oleh ust.H.Abdulloh Faiz dari Magelang sebagai team /staf pengajar bidang rokhani. Para peserta yang hadir menerapkan Metode Ekutubu (M3T). Setelah Memiliki kitabnya kemudian pada saat Ruhlah itulah praktek Menulis pada kitab miliknya masing-masing.

Ust.H.Abdulloh Faiz staf pengajar Artamita, membuka acara sekaligus praktek Metode Ekutubu.

Para santri praktek Menuliskan arti kata demi kata pada kitab KTH miliknya masing-masing.

Ruhlah, di mana antara penyampai dan penerima materi ilmu agama dapat bertemu langsung dalam satu majelis, selain sebagai pelatihan kajian metode ala ponpes, juga dapat digunakan untuk bertanya jika dari materi kajian jarak jauh ada yang belum jelas. Komuniaksi dua arah seperti ini memang kondisi ideal untuk pembelajaran ilmu agama yang tidak lain adalah Qur'an dan Sunah/hadits.

Istirahat sholat dan makan (isoma). Menikmati hidangan yang telah disediakan.

Team penerima tamu dengan sigap dan ramah membagikan ID card, KTH dan Buku Tilawati

Penampilan bacaan Tilawati surah2 pendek juz 'ama dengan nada lagu Rost dari TPQ Qurrota A'yun
 
Selain alat bantu kajian jarak jauh, HP juga sebagai sarana mencari tambahan rejeki halal. Team Duainvesta.

Ust.Drs.H.Supomo alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan ramah namun mantab memberi tausiyah.

Snack dan teh hangat atau kopi tinggal pilih sesuai selera. Menemani dengan setia.

Team yang jarang tampil namun peranannya melancarkan kajian artamita online dan offline tdk diragukan lagi.

Atas idzin Alloh Swt, yang awalnya kenal lewat WA akhirnya bertemu darat dalam suasana persaudaraan, saling tolong-menolong. Saat-saat terindah, kenangan yang selalu dirindukan.

Meski perjalanan acara di luar sempat terjadi hujan, namun tidak mengurangi semangat para santri dalam mengikuti acara demi acara dengan hikmat, serius namun penuh dengan suasana keakraban.

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Suasana belajar bareng-bareng, tertawa, bersendagurau harus segera di akhiri.
Saat tiba waktu ashar, pertemuan harus segera di akhiri.
Selamat berjumpa pada Ruhlah ke-IV Artamita, insyaAlloh.

Baca Juga :

PROPOSAL RUHLAH KE-III ARTAMITA



  

Selengkapnya...

Pengajian Muslimatan Di Pringwulung

PLT Kades Kradenan Bp.Pangripto memberikan sambutan.

" Pripun usahane kito, sing supados anak niku dados putro ingkang solih-solihah sik iso nylametake kulo lan panjenengan kedah dipun didik kanthi ingkang saestu" 

Demikian Gus Sam , sebutan Bpk Kyai Syamsudin dari Desa Mranggen, Srumbung dalam memberikan sambutan.
Bagaimana usaha kita agar anak bisa menjadi solih dan solihah yang dapat menyelamatkan kita, harus dididik dengan serius.

Pengajian Muslimatan NU kali ini Minggu, 1 Desember 2019 bertempat di halaman Masjid Alhuda Dsn Pringwulung, Ds.Kradenan, Kec.Srumbung , Kab .Magelang.
Lokasi masjidnya persis berada di depat rumah penulis. Hanya tersekat jalan kampung.

Alhamdulillah , pelaksanaan giat tolabul ilmi yang diagendakan setiap selapan hitungan hari pasaran Minggu Kliwon tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala hujan.
Tidak kurang dari 300 jamaah pengajian, hadir dari berbagai dusun se Desa Kradenan  menyemarakkan dengan penuh hikmat.
Bp.Kyai Syamsudin dari Ponpes Lembah Manah Mranggen, Srumbung
Tema maulid Nabi Muhammad Saw juga dibeberkan pada pengajian tersebut. Disamping pokok pembicaraan sebagaimana kepala tulisan di atas. Anak adalah titipan dari Alloh Swt yang juga sebagai fitnah/ujian bagi orang tua.

Sedangkan PLT Kepada Desa Kreadenan dalam sambutannya menghimbau kepada warga dusun jika masih ada RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni segera melapor kepada Kepala Dusun untuk didaftarkan calon penerima bantuan.

Sementara Ketua Fatayat Desa Kradenan Ibu Miderrahayu dijumpai setelah memberikan sambutan menuturkan bahwa kegiatan pengajian muslimatan termasuk untuk menguatkan silaturakhim, memperbanyak kader kepengurusan ini, didanai dari infaq harian toples NU disamping dari sodaqoha jamaah pengajian yang hadir.

Suasana pengajian menjadi semarak dengan ibu-ibu dusun Pringwulung dengan seragam yang baru. Semangat yang penuh pengabdian tercermin di wajah-wajah mereka yang sumringah (cerah: red).

Ibu-ibu Dsn Pringwulung sbg team tuan rumah dan among tamu.
Beberapa personil unsur pengamanan dari BanSer juga senantiasa berjaga-jaga mengamankan jalannya kegiatan. Mulai dari penataan parkir kendaraan, hingga pemantauan lancarnya acara secara keseluruhan.


Pengajian diselenggarakan dengan model "tasma'un" asal kata سَمَعَ yang kemudian lebih dikenal dengan istilah sema'an yaitu guru / kyai membacakan ayat/hadits atau memberikan tausiyah, sedangkan para hadirin mendengarkan.
Metode ini merupakan salah satu variabel pendukung kedudukan suatu hadits mencapai derajat sokhih. Pada masa sohabat , yang kita jadikan dasar hukum, Rosulullohi Saw dalam hadits Abu Dawud bersabda " Kalian mendengarkan , kemudian didengar dari kalian dan didengar dari orang yang mendengar kpd kalian"
Mengaji memang ada ilmunya.
Semoga dengan terus mengaji secara kontinyu dan berkesinambungan, Alloh Swt berkenan memberi dan menetapkan kita di dalam hidayahNYA.

Terimakasih, matur syukur kepada panitia pengajian muslimatan secara keseluruhan yang telah menghadirkan nuansa tolabul ilmi di dusun Pringwulung. Tempat lahir penulis.
Sampai jumpa pada pengajian muslimatan , Minggu Kliwon yang akan datang 5 Januari 2020 di Dusun Karanggondang.

Baca Juga  

 

Cara Sohabat Mengaji Kepada Rosulullohi Saw 

 

4 Manfaat Mengaji Hadir di Majelis Ta'lim

 

Menghindarkan Penyesalan Di Akhirat







Selengkapnya...

Proposal Ruhlah Ke-III Artamita




I.LATAR BELAKANG



Betapa besar peranan ilmu bagi kualitas hidup bahkan tingginya derajat manusia. Alloh Swt mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu, hikmah surah Almujadalah (11).
Ilmu, produk informasi yang sangat berarti. Terkadang harus keluar dari rumah menuju tempat yang jauh untuk memperolehnya. Keberadaan ilmu tertentu tidak di sembarang tempat. Seorang tabi’in dari Madinah rela menempuh jarak seribu kilo meter lebih demi untuk ilmu. Melakukan tabayun atas ilmu yang pernah diperoleh, menemui Abu Darda’ yang berdomisili di Damaskus, Syiria. Ditempuhnya dalam waktu satu bulan (Kitab Adilah hal 9-11 fii Muchtarul Adilah).
Ruhlah, keluar dari rumah naik kendaraan untuk mendatangi tempatnya ilmu.
Ilmu pengetahuan umum untuk kesuksesan duniawi (ma’isyah-ekonomi-teknologi), sedangkan ilmu agama ( Qur’an Hadits) untuk bekal kebahagiaan hidup di akhirat.
“ Barangsiapa menghendaki (sukses) dunia maka dengan ilmu, barangsiapa menghendaki akhirat maka dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki keduanya maka dengan ilmu” Sohabat Ali RA Riwayat Ibnu ‘Asakir.

Ruhlah Artamita.
Artamita menyingkat Arti Kata Demi Kata. Sebuah system belajar masyarakat muslim untuk mengerti makna pedoman umat Islam yaitu Al-qur’an dan Sunah (hadits), melalui model yang sangat sederhana mulai dari arti kata demi kata bahkan arti tiap huruf.
Semenjak di-online pada Januari 2011 melalui blog www.artamita.blogspot .com hingga kini telah banyak masyarakat muslim yang mengikuti praktek Metode Ekutubu dengan KTH (Kitab Ta’sisu Himmati) dari berbagai daerah, provinsi bahkan hingga dari luar negeri.
Karena seringnya berinteraksi melalui online lewat group WA, Telegram barengan mengaji online direct baik melalui telekonverensi maupun aplikasi LINE, maka semakin menjadi akrab dan hangat bersaudara.
Rasanya ada yang kurang ketika sudah mulai kenal baik hingga akrab dalam kegiatan mengaji online bahkan bertegur sapa dalam suasana senda gurau di group, namun belum pernah bertemu lansung dalam kegiatan nyata.
Ruhlah, pergi dari rumah dengan naik kendaraan untuk tujuan mendapat ilmu dan perkuat silaturakhim. Di samping memang ada beberapa bagian materi kajian yang memerlukan situasi kondisi dengan bertemu langsung. Karen tidak semua materi dari ilmu agama dapat dijelaskan dengan melalui media.
“ Ilmu adalah agama, sholat adalah agama. Maka lihatlah orang dari mana kau ambil ilmu dan lihatlah (koreksi) ini sholat, karena sesungguhnya kalian akan ditanya pada hari kiyamat  HR Ad-Dailami.
Ruhlah, selain menambah ilmu juga untuk melihat di dunia nyata orang2 yang selama ini menyampaikan kajian lewat online

Peranan HP

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan dukungan Teknologi Informasi (IT) kini Hp telah memasuki berbagai keperluan umat. Dengan kemudahan akses internet berbagai daerah bahkan hingga pelosok, pemegang Hp dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi.
Tak dapat dielakkan termasuk aktivitas masyarakat dalam mencari ilmu agama (mengaji) juga mengalami pengembangan yang sangat beragam.
Dalam hal pemenuhan kebutuhan mencari tambahan rejeki, juga mengalami perkembangan yang signifikan. Media /sarana berjual beli yang saling menguntungkan bagi penyedia jasa (penjual) dan pengguna jasa (pembeli) semakin banyak vareasinya. Dari yang berbasis website hingga aplikasi tersedia di genggaman tangan.
Tantangan di depan mata yang perlu disikapi dengan bijak. Banjir informasi tiada yang mampu membendung. Memfilter, mengambil dan mengoptimalkan sisi manfaat positifnya dan meminimalisir dampak buruk, itu langkah aman berselancar di era global. 


II.PERMASALAHAN


Perkembangan IT (Teknologi Informasi) di era global di mana dengan alat komunikasi HP , masyarakat dapat mengakses informasi dalam berbagai bentuknya. Masuk ke berbagai celah kehidupan.
Di satu sisi dapat memberikan dampak positif dan sangat berarti untuk kehidupan , jika mengetahui cara dan ilmunya. Demikian juga dalam aktifitas masyarakat dalam mencari tambahan rejeki. Ada kalanya menguntungkan dan manfaat bagi pemenuhan hajat hidup. Namun sebaliknya dapat terjerumus dalam kerugian baik aspek nilai ekonomi atau bahkan terseret dalam aktivitas yang menerjang syariah, aturan dan norma. 

Dua Inti Permasalahan

Problema Ke-Satu :

Dengan internet seseorang dapat menyebarkan informasi promosi produk / jasa secara cepat, efektif dan mudah serta viral berkembang terduplikasi seperti virus. Jika informasi produk merupakan barang yang nyata bermanfaat maka pihak penyedia produk/ jasa merasa untung kebanjiran order. Demikian pula pihak customer (pengguna) diuntungkan dimanjakan dengan hadirnya produk atau jasa sampai ke alamat dengan layanan cepat dan hemat.
Media internet mempunyai karakteristik di mana seseorang dapat menyebarkan informasi dengan cepat, biaya hemat dan terus berkembang pesat. Hal ini dapat mendongkrak semakin besarnya peluang rejeki bagi hasil dengan mempromosikan produk dan jasa melalui internet tersebut.
Dengan adanya Buku Tilawati dan program kemitraan (reseller) yang diluncurkan pihak distributor Duainvesta Media Artamita (CV) maka kemudian timbul pertanyaan :

  • Produk yang bermanfaat nyata dan hasilnya halal bagi penjual, bentuknya seperti apa.
  • Apa manfaat produk tersebut dalam hubungannya kelancaran mengkaji artamita. 
  • Bagaimana cara promosi melalui website.
  • Berapa besarnya potensi penghasilannya.

Problema Ke-Dua : 


Sehubungan dengan problema ke-satu, setelah mengikuti Program Duainvesta hingga mndapat kiriman paket buku Tilawati dan terdaftar menjadi member Reseller , masih terisa beberapa point tanda tanya :
  • Bagaimana penjelasan praktek kajian jarak jauh dengan menggunakan media Hp ?
  • Materi ilmu agama yang dikirimkan melalui media Hp baik yang berbentuk audi (suara), visual (tampilan) maupun video dapat menimbulkan keraguan, selama belum dapat diketahui dengan jelas siapa nara sumbernya.
  • Perkembangan Teknologi Informasi telah memanjakan umat dengan begitu mudahnya mengakses berbagai materi termasuk ilmu agama. Jika penerimaan ilmu agama tidak mengikuti aturan syariat, maka besar sekali kemungkinan terjadi berbagai pendapat. 
  • Berbagai pendapat yang timbul dalam pikiran manusia (ro’yu) dapat mencampuri keyakinan sehingga merusak amalannya (tidak mukhlis/murni)    

III.SOLUSI ALTERNATIF.

Melalui Ruhlah, harapannya adalah bertemunya saudara-saudara yang sebelumnya sudah saling mengenal melalui Hp.  Dengan pertemuan langsung di darat maka berbagai problema yang timbul setelah diluncurkannya Program Duainvesta, harapannya dapat dibahas dengan kuminikasi intesif dua arah.


IV.TUJUAN

  • Menjelaskan tentang produk dan jasa yang diluncurkan Duainvesta Media Artamita (CV).
  • Menguraikan cara bergabung dengan pembelian paket dan sekaligus pendaftaran member reseller / DTK (Distributor Tanpa Kantor).
  • Memberikan prosedur kerja sebagai mitra reseller (DTK).
  • Menguraikan besarnya potensi rejeki bagi hasil hingga masuk ke rekening member.
  • Mempraktekkan kajian menerapkan Metode Ekutubu dengan Kitab Ta’siisu Himmati.
  • Menampilkan bacaan Alqur’an dengan nada lagu Rost /buku Tilawati.
  • Memperkuat silaturakhim langsung peserta program Duainvesta

V.TEMPAT & WAKTU


Restoren Taman Pringsewu Jl.Magelang Km.9 Mulungan, Sleman, DI Yogyakarta.
Selasa, 24/12/2019 jam 09.00 WIB -selesai


VI. PENYELENGGARA

Team dan admin Duainvesta Media Artamita (CV)

 VIII.MOTO

“ Menowo duwe HP gunakno kanggo golek ganjaran. Yen ora, gunakno kanggo golek rejeki kanthi halal”.
Jika punya HP gunakanlah untuk cari pahala. Bila tidak, maka gunakanlah untuk mencari rejeki dengan cara halal.  
  

Paradigma Duainvesta

Mempromosikan media kajian mendapat rejeki bagi hasil sebagai Investasi Duniawi , dan mempraktekkan bukunya untuk kajian , perbanyak silaturakhim, tolong-menolong dalam kebajikan bertanam amal jariah sebagai Inventaris Akhirat.






Selengkapnya...