Pembahasan LPM Kajian No.9 : Menghindarkan penyesalan doa sia-sia di akhirat













 Klik immage di atas untuk memperjelas

NB:Mohon diperhatikan bahwa tulisan lafadz Arabic pada posting ini berwarna hijau, sedang terjemahnya berwarna biru. Mengenai posisi penulisan disesuaikan dengan tempatnya. Yang terpenting Saudara dapat mengerti arti kata demi kata dan tidak mengalami kesulitan dalam memahaminnya.

qolu awalam taku ta'tikum rusulukum bil bayinatin ? qolu bala , fad'u wa ma dua'ul kafirina il-la fi dholalin (Quran Surah Al-Mu'min [40];50)

Berkata mereka (para malaikat) apakah belum ada datang pada kamu sekalian beberapa rosul yang membawa keterangan ? berkata (menjawab) mereka (penghuni neraka) "ya", berkata (para malaikat) maka berdoalah dan tidak ada doanya orang kafir kecuali dalam kesia-siaan.

Saudara-saudaraku ,

doa adalah senjatanya orang iman " ad-dua-u saiful mu'minin" doa adalah senjatanya org iman. Bagaimana peran doa dalam kesuksesan seseorang?

Orang yang melakukan doa berarti dia punya suatu keyakinan, bahwa dengan doanya itu sesuatu dia berharap apa direncanakan dapat terwujud. Dalam realita orang dapat berhasil selain dengan doa juga harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

Dalam beberapa hadits, rosulullohi SAW selain memberi contoh berdoa tentu juga dengan melakukan amalan nyata. Doa dan usaha nyata merupakan pasangan yang ideal insyaAlloh demi terwujudnya cita-cita.

Urusan akhirat merupakan perkara yang pasti dihadapi oleh satu-satunya manusia. Nasib apa yang bakal dihadapi dan dijalani selama-lamanya di kahirat merupakan hasil dari apa yang telah dilakukan di kehidupan dunianya.

Doa masih akan bermanfaat untuk mendukung amalan ketika dilakukan di dunia. Namun apabila digunakan di akhirat ketika sudah merasakan siksaan neraka, maka doa itu menjadi sia-sia.

Teman, dengan kita makin banyak mengkaji maka kesadaran itu semakin menguat, bahwa saatnya sekarang di dunia ini kita harus berbuat sebaik mungkin sebelum segalanya terlambat.