Dicari Agama Mukhlish

Agama yang diterima oleh Alloh adalah agama Islam.
Hal demikian tentunya rekan-rekan sudah maklum kan.
Dalam Surah Ali Imron (3): 19 nyata disebutkan
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللَّهِ الْاِسْلَامُ
Innadiina 'indallohil islam
Sesungguhnya agama yang di sisi Alloh adalah Islam.

Menetapi Islam diawali dengan belajar kemudian apa yang dipelajari diyakini sebagai dasar keyakinan dan diamalkan merupakan cara agar hidup manusia tergolong hamba Alloh Swt yang taat dan bertaqwa.

Namun sudah cukupkan Islam dalam arti secara umum yang penting menjalankan rukun Islam yang lima?
Syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji bagi yang mampu ?

Dari membaca tilawah selama bulan Romadhon, karena secara cepat minimal satu hari satu juz, sehingga melewati banyak ayat-ayat dengan pengertian yang saling terbubung satu sama lainnya.
Ketika sampai pada Surah Az-Zumar (39):2 kandungan maknanya ternyata berhubungan dengan Surah Ali Imron ayat 19 di atas. "Sesungguhnya Kami Alloh menurunkan kepada mu (Muhammad) kitab dengan haq , maka beribadahlah kepada Alloh dengan memurnikan agamanya Alloh. Ayat 3 : ingatlah bagi Alloh lah agama yang murni.........a-ayat

Yak,
Dari dua ayat di atas dapat diambil garis titik temu bahwa, agama yang diterima di sisi Alloh adalah agama Islam dengan peribadatan yang murni (mukhlis).

Penjelasan dua ayat tersebut makin diperkuat dengan sabda Rosulullohi Saw dalam hadits Nasai dari Abi Umamah Sesungguhnya Alloh tidak menerima dari suatu amalan kecuali amal itu murni dan dicari wajah Alloh (niyat karena Alloh).

Makin tegas dan jelas, bahwa agama Islam yang diterima oleh Alloh Swt yang kelak diberi imbalan pahala di akhirat yaitu agam Islam yang murni, bentuk peribadatannya juga murni niyatnya.

Gambaran murni, asli, sepertinya mirip dengan air yang masih murni di pegunungan. Belum tercemar oleh kotoran atau polusi yang disebabkan ulah manusia.

Demikian pula , berarti kalau mencari agama Islam dengan bentuk peribadatan yang murni harus mencari sumber yang masih asli tidak dicampuri perbuatan manusia yang kotor oleh hawa nafsu.