Syafa'at Buat Siapa

Syafaat, pertolongan Alloh Swt yang tentunya sangat dinantikan hamba ketika hari kebangkitan.
Syafaat artinya pertolongan.
Sering terdengar harapan sekaligus doa seorang mengatakan "sholawat soho salam mugi katetepno kagem Rosulullohi Saw ingkang tansah kito antu-antu syafa'atipun wonten ing yaumil akhir samangke".
Dalam Bhs Indonesia "Sholawat serta salam semoga ditetapkan untuk Rosulullohi Saw yang selalu kita harapkan syafaatnya di hari akhirat kelak".

Lanjut membaca

Selengkapnya...

KTH, Media Belajar Arti Kata

  
KTH menyingkat kepanjangan Kitab Ta'sisu Himmati

Kata kitab berasal dari Bhs.Arab kataba-yaktubu-kitabun (telah menulis-dia menulis- tulisan)
Tentu saja konteknya yang berbahasa Arab seperti Kitab Suci Al-Qur'an, kitab hadits dll.

Penerbit : Deepublish (CV.Budi Utama)
Jl.Rajawali, Gang Elang 6 No.3 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta.
Cetakan Pertama Februari 2017.
ISBN : 978-602-401-733-0

Penulis : Hari Wuryanto
Tata Letak Isi : Cinthia Morris Sartono.

Latar Belakang Penulisan :

 Budaya tulis menulis sudah sejak lama dilakukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara umum. Bahkan penulisan dokumen yang termasuk kuno sudah dimulai sejak jaman Nabi Sulaiman A.s. Ketika sidang majelis yang tidak dihadiri burung Hud-hud,. Nabi Sulaiman mengancam menyembelih jika si Hud-hud tidak dapat menjelaskan dengan jelas akan ketidakhadirannya, Tidak lama kemudian Hud-hud datang dengan menceritakan akan pemandangannya melihat di negeri Saba'.
Seorang Ratu beranama Bilqis beserta masyarakatnya yang menyembah matahari bukannya Alloh Swt penciptanya.
Raja Sulaiman sebagai pembawa risalah pada jamannya ingin ber-amar ma'ruf kepada Ratu Bilqis dan rakyatnya. Kemudian mengutus burung Hud-hud " pergilah engkau membawa kitabku , jatuhkanlah kepada mereka lalu berpalinglah lihat bagaimana respon mereka". Akhir kisahnya Ratu Bilqis menjadi insaf beriman kepada Alloh Swt. Kisah yang diabadikan haq dalam Surah An-Naml (27):20-44. 

Kitab yang disabdakan Nabi Sulaiman "idzhab bikitabi" pergilah dengan (membawa) kitabku. Bukan berarti Hud-hud membawa kitab dalam bentuk buku, tetapi berupa selembar kertas dengan tulisan pesan.

Dengan pesan yang terdokumen menjadi kekuatan secara fisik. Jika bukan dalam bentuk tulisan, sulit sekali Hud-hud yang jenis burung harus menyampaikan kepada Ratu Bilqis golongan manusia.
Dalam bentuk dokumen , tulisan dapat bertahan lama selama tulisan masih dapat dibaca dengan jelas.

Penggunaan KTH Untuk Kajian Islam

Sebelum Rosulullohi Muhammad Saw diwafatkan oleh Alloh Swt Islam adalah agama yang sudah sempurna (QS.Almaidah [5]:3. Cara peribadatan hamba kepada Sang Kholiq sudah khatam ditulis di dalamnya. Sebagai hamba yang menghendaki rohmat dan menjauhi murkaNya tentu saja bersiap sedia dan tawakal menjalankan perintah untuk mempelajarinya.

Untuk dapat memahami Kitab Suci Al-Qur'an Rosulullohi Saw memberikan contoh kepada para sohabat.
Sebagaimana hadits yang diriwayat dari Ibni Abas dan dihimpun Abu Dawud Rosulullohi Saw bersabda " tasma'un- wa yusma'u minkum - wa yusma'u miman sami'a minkum" kalian mendengarkan- dan didengar dari kalian - dan didengar dari org yang mendengar kepada kalian.

Kondisi mendengarkan pada masa itu berarti posisinya berdekatan tanpa alat bantu.
Secara bersambung atau estafet saling memberi pendengaran satu orang yang langsung mendengar dari Rosululloh Saw, kemudian kepada yang tidak hadir , begitu seterusnya.

Pendengaran menjadi cara yang paling akurat dijalankan Rosulullohi Saw dalam mengembangkan ilmunya kepada para sohabat. Demikian pula sohabat dipesan untuk menyampaikan pendengaran dari nabi kepada orang lain. Rosulullohi Saw bersabda "Semoga Alloh Swt memberi sinar kepada orang yang mendengar dariku hadits kemudian menyampaikannya , meskipun banyak orang yang diberi pendengaran lebih hapal daripada org yang memberi pendengaran " hadits riwayat Ibnu Majah dari Abdurohman bin Abdulloh dari bapaknya.

Majelis Ta'lim Bina Istiqomah yang kami rintis sejak tahun 1991 hingga sekarang juga menjalankan pembinaan umat dengan kajian langsung mendengarkan.

Untuk mewujudkan niyat berbagi ilmu maka kami susun KTH agar masyarakat luas yang terkendala faktor jarak dan waktu dapat ikut mengikuti kajian jarak jauh.


Adapun KTH adalah penguat ingatan dalam bentuk lembaran /fisik.

Isi KTH

Sesuai namanya Ta'sisu asal kata al-uss- asas , pondasi. Sedang himmati dari al-hamma.Kitab yang berisikan dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits dengan tema asal-usul motivasi. Jumlah 39 tema tetapi ada 41 dalil karena no.26 ada 26.A dan 26.B. Dengan mengkaji kitab ini maka kandungan maknanya dapat meningkatkan semangat belajar agama Islam secara lebih mendalam dan serius. 

Teknik Kajian 

Cara mengkaji KTH menggunakan Metode Ekutubu, insyaAlloh dijelaskan di bab terpisah.

KTH di dalamnya ada LPM (Lembaran Praktek Makna) untuk mempraktekkan cara yang dilakukan para santri menngali ilmu di pondok pesantren. 

Kemudahan Mengkaji

Atas idzin Alloh Swt , alkhamdulillah kami dapat berbagi pengalaman ilmu saat dulu belajar di ponpes, kemudian memulai merintis kajian kecil-kecilan di mushola kampung sendiri. Dengan dukungan IT (Teknologi Informasi) cukup dengan Hp yang terkoneksi internet kaum muslimin wal muslimat serta masyarakat umum dapat mengikuti kajian jarak jauh.
Suatu kemudahan yang amat sayang jika disia-siakan.

















Selengkapnya...

Alloh Swt Tdk Adil ?

Sebagai makhluk ciptaan Alloh Swt secara fitrah diberi perasaan takut. Rasa takut yang mengarah kepada ancaman siksaNya dan sebaliknya berharap ridho dan rohmatNya itulah yang disebut taqwa.


Menghayati Al-Qur'an Menambah Ketaqwaan. 

Sepulang dari sholat subuh dari masjid yang hanya berjalan 100 meter, Sabtu 3/2/2018 sebagaimana biasanya langsung duduk di meja depan membuka Al-qur'an untuk tilawah. Sebenarnya membaca  tiga ayat juga sudah baik. Namun rasanya kurang kurup kalau benar2 hanya itu. Saya memang tidak membaca banyak. Paling dua halaman. Saya sering terhenti untuk tadabur yaitu mengulangi menghayati kandungan maknanya. Terutama ketika sampai pada bagian yang sulit dicerna pengertiannya.
Dengan menghayati makna yang terkandung di dalamnya dapat menambah rasa taqwa kepadaNya.

Betulkah Alloh Swt Tidak Adil ? 

Kemarin pagi yang saya baca Surah An-Nakhl (16) ayat 37 "in takhrish 'ala hudahum fa innaAlloh laa yahdi man yudhil-lu wa ma lahum min nashirin " jika engkau (Muhammad) ingin sekali mereka mendapat petunjuk maka sesungguhnya Alloh Swt tidak akan menunjukkan kepada orang yang telah menyesatkannya dan tidak ada penolong bagi mereka.
Sepintas memahami ayat ini seolah Alloh Swt kejam, Rosulullohi Saw yang seorang hamba pilihan berusaha memberi petunjuk kepada orang disayangi toh akhirnya orang tersebut tidak diberi hidayah oleh Alloh Swt sehingga meninggal dunia tidak beriman. Jika sudah demikian pastilah di akhirat tergolong orang yang rugi.
Jadi ingat ayat 56 surah al-Qosos (28) " Innaka laa tahdi man akhbab-ta walakinnAlloha yahdi man yasya' , wa huwa a'lamu bil muhtadiin" Sesungguhnya engkau tidak dapat menunjukkan kepada orang yang kau cintai tetapi sesungguhnya Alloh menunjukkan kpd orang yang Alloh menghendaki ' dan Alloh maha mengetahui orang yang mendapat petunjuk.

Mengamati ayat ini ada dua pengertian yang dimaksud :

1) Bukan Alloh Menganiaya Hamba.
QS.At-Taubat (9);70 "Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata  maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri".
Alloh maha pengasih dan penyayang kepada hambanya. Mereka dibinasakan di muka bumi dan di akhirat dimasukkan menerima adzab yang abadi, karena tidak mengindahkan firmanNya.

2) Sifat ketidakpercayaan hamba.
QS.An Nakhl (16);104. "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Alloh (Al Quran), Alloh tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih".

Kaidah praduka tidak bersalah.
Alloh Swt sudah mengutus Rosulullohi Saw kepada semua manusia, dengan menyampaikan wahyu yang dihimpun dalam muskhaf Al-Qur'an. Sekarang sudah dapat diperoleh dengan mudah. Hidayah adalah milik Alloh Swt. Jika seseorang tidak percaya terhadap keterangan yang dibawa Rosulullohi Saw. Jika ketika dibacakan ayat beserta keterangannya ada orang yang tidak percaya, maka Alloh tidak akan memberi hidayah.  

Masih ada ayat maupun hadits yang relevan yang disimpulkan bahwa Alloh Swt tidak menganiaya kepada hamba. Alloh Swt maha adil.

Namun yang harus diingat bahwa Alloh Swt maha kuasa, dan melakukan apapun yang dikehendaki.
Alloh Swt tidak ditanya namun hambanya ditanya di akhirat tentang amalannya.

Hal terpenting bagi hamba yang dapat dilakukan adalah senantiasa berdo'a dan berusaha dengan mengikuti petunjuk utusanNya.
Semoga Alloh Swt senantiasa menetapkan kita dalam hidayahNya, mendapat pertolongan di dunia hingga akhiratnya, aamin.

 







Selengkapnya...

Waspada Dakwah



Da’wah Islam Rohmat Seluruh Alam


Islam adalah nama agama yang Alloh sebut dalam Al-quran surah al-maidah ayat 3 ……alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa rodhitu lakumul islama diinan…..

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama bagimu dan telah Aku tamatkan nikmatKu dan Aku telah ridho Islam sebagai agama.”
Islam Sebagai Rohmat
Rohmat adalah kasih sayang. Di dalam surah Alfatikhah kata ar-rohman artinya Alloh maha pengasih. Sifat Alloh mengasihi “li jami’I kholqihi” untuk kesemua makhluknya. Sedangkan Ar-rokhiim artinya penyayang namun berlaku “lil mu’miniina khossoh” bagi orang iman khusus.
Surah An-nabia (21);107 “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Risalah yang dibawa Rosululloh Muhammad Saw berlaku mulai saat diberi wahyu hingga akhir jaman menjelang hari kiyamat. Berbeda dengan para rosul sebelumnya yang hanya berlaku pada jamannya sebelum diganti rosul berikutnya.
Da’wah Dengan Rohmat
Berasal dari da’a- yad’u-da’watun(da’wah) isim /kata benda, ajakan. Merupakan amal yang mulia karena mengajak manusia minadhulumati ila nnur. Dari alam kegelapan menuju alam cahaya.
Da’wah memang sepatutnya dengan kasih sayang bukan paksaan. Laa ikroha fid-diin tiada paksaan dalam agama. Toh sudah jelas mana yang benar diantara yang menyimpang. 
Waspada Dakwah Sesat
Dakwah adalah ajakan. Penting untuk dimaklumi bagi semua warga masyarakat bahwa tidak semua ajakan itu mengarah kepada kebenaran. Dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Huroiroh, Rosulullohi Saw bersabda “ Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengikuti, tanpa sedikitpun mengurangi dari kebaikan orang yang mengikuti. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya mendapat dosa semisal orang yang mengikuti, tanpa sedikitpun mengurangi dari dosa orang yang mengikuti”.
 
Sebagai warga masyarakat agar senantiasa waspada kepada setiap ajakan. Karena di akhir jaman terjadilah dakwah atau ajakan justru mengarah ke pintu jahanam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori bagian kitabul fitan. Para sohabat bertanya kepada Rosulullohi Saw tentang kebaikan, namun Khudzaifah bin Zaman bertanya tentang kejelekan karena khawatir kejelekan itu menimpanya.Rosulullohi Saw menjawab “ Betul (kelak ada masa dimana tersebar) dakwah/ajakan menuju beberapa pintu jahanam, barang siapa mengabulkan ajakan itu akan masuk ke neraka jahanam.  Khudzaifah bertanya, wahai Rosulalloh jelaskanlah kepadaku cirri-ciri mereka. Jawaban rosul “ Mereka dari kulit2 kita (secara tampilan orang Islam) mereka berbicara dengan lisan kita ( fasih berbicara dengan dalil bahasa Arab).
 
Dari hadits itu, maka sepatutnya kaum muslimin wal muslimat tidak secara serta merta mengikuti setiap dakwah meskipun terlihat dengan bahasa dan tampilan yang menarik perhatian.
Pesan Rosulullohi Saw dalam hadits riwayat Malik dalam kitab Muwato’ “ Telah aku tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya. Yaitu Kitabilah (alQuran) dan Sunah nabinya Alloh (hadits2 sokhih)
Kaum muslimin wal muslimat agar senantiasa mohon petunjuk (hidayah) kepada Alloh Swt agar program dakwah dapat berhasil membawa manusia menuju kepada keselamatan hidup di dunia hingga akhirat.
Dakwah Islam yang benar adalah rohmatan lil ‘alamin. Bukti kasih sayang Alloh kepada hamba di seluruh alam yang mentaati dan mengindahkan firmanNYA.  

Selengkapnya...

Plus Minus Hp Buat Mengaji

"Wah mas anak saya baru kelas dua sudah pintar main HP yang ini" sambil memperlihatkan hp Samsung bergaya blackbery. "Hpnya dibawa lari ke tetangga yang punya akses hotspot untuk mendapatkan koneksi dgn wifi" terusnya.

Seorang bpk bercerita ke saya. Bukannya bangga tapi bpk itu tercermin wajah cemas dan khawatir di wajahnya plus gaya bahasa tubuh.


Itu secuil fenomena yang sudah merata di berbagai tempat.
Kemajuan teknologi semakin pesat. Dalam hal penyebaran komunikasi Hp kini memanjakan pemegangnya.

Tidak dapat dielakkan lagi urusan menerima informasi bab agamapun Hp menjadi alat bantu yang selalu dirindukan.
Dengan bermodal paket untuk koneksi internet seorang seolah menjadi narasumber piawai. Menerima materi berupa artikel kemudian dishare ulang secara pribadi bahkan ke beberapa group.

Sebagian kalangan kemudian menjatuhkan pilihan kepada Hp sebagai tempat mengaji ilmu agama.

Plus-Minus Hp Buat Mengaji  

Sebagaimana karakteristik internet yang aplikasinya dapat dirasakan dengan media sosial, selalu mempunyai sisi positif dan negatif.  
Terkait dengan urusan menerima informasi ilmu agama sampai tingkat yang lebih serius "mengaji ilmu agama".
Menurut yang saya rasakan akhir2 ini hp online punya peran positif antara lain :
  • Dapat memberi informasi secara cepat untuk pemberitahuan akan adanya kajian tempat, waktu materi dll. Koordinasi persiapan hingga laporan perjalanan menuju tempat kajian. 
  • Untuk memberi contoh metode kajian yang akan dilaksanakan, sehingga peserta dapat mempersiapkan segala sesuatunya.
  • Hp bisa juga buat menyimpan naskah Quran lengkap 30 juz. Di manapun dapat membuka ayat tertentu dan share ke japri atau group untuk bahan pembahasan. 
  • Sebagai media untuk memberi motivasi dan nasihat secara umum.
Hp semata merupakan alat komunikasi sehingga musti diperhatikan beberapa hal 
  • Belajar agama sebagaimana yang dicontohkan oleh rosul kepada para sohabat adalah dengan system tatap muka. Mendengarkan langsung dan juga dapat melihat contoh gerakan ibadah. Hp adalah alat penunjang komunikasi. Jika dipaksakan seolah menjadi guru mengaji maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan pengertian.
  • Bagi yang belum memahami cara mengaji sesuai syari'at yaitu dengan dengan menggunakan pendengaran kepada sumber penyampai. 
  • Hp bukanlah guru mengaji, namun media komunikasi. Fungsi dan peranan guru mengaji tidak dapat digantikan dengan alat secanggih apaun. 
  • Dengan fasilitas copy paste seseorang mudah melakukan penyebaran terjemah dan tafsir dari Quran dana atau Hadits yang belum jelas sumbernya. 
Apa yang saya tulis memang bukan hasil penelitian namun pengamatan sementara dari apa yang selama ini saya rasakan.

Melakukan inovasi memperkenalkan metode kajian kepada mitra da'wah untuk mengobarkan semangat tolabul 'ilmi agar lebih menarik, memang perlu terus dilakukan, namun yang tidak kalah pentingnya adalah tetap istiqomah menjaga kemurnian ilmu agama.

Menjaga kemurnian agama Islam ditegaskan dalam Surah Al-bayinah ayat 5
" Dan mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah kepada Alloh dengan memurnikan agamaNya dengan condong dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus "

Fenomena akhir2 ini di beberapa group WA yang dibikin nama Islami, dengan membanjirnya terjemah Quran dan Hadits, saya pribadi menilai sebagai suatu keprihatinan.

Ilmu agama adalah warisan dari nabi. Ulama warotsatul anbiya. Seorang ulama sepatutnya menjaga ilmu agama sebagai warisan , barang yang berharga.
Sebagaimana warisan, tentu tidak sesukanya diberikan kepada sembarang orang. Namun kepada orang tertentu dan penyerahannyapun dengan cara yang hikmat.

Sebagai pembelajar , kalau saran saya agar lebih hati-hati (mutawari') kepada siapa sepatutnya kita mengambil ilmu agama.
Teruslah belajar. Karena ilmu Islam sudah komplit. Termasuk di dalamnya cara mengkaji ilmu Islam itu sendiri.
Agar kita tetap dapat mengambil sisi positif hp dan meminimalisasi dampak negatif dalam hal belajar agama Islam.

Semoga Alloh Swt menunjukkan.  

 

Selengkapnya...