Mengapa Belajar Mengkaji Per Kata? Ini Alasannya

Belajar adalah proses perilaku untuk merubah dari kondisi tidak tahu menuju kondisi tahu dan paham.

Mengkaji , masyarakat seputar saya bilang mengaji, dari kata dasar kaji. Kata dasar "kaji" ini kalau ditashrif bisa mengkaji-kajian-pengaji (org yang melakukan).

Bagi umat muslim maka bahan kajian tidak ada lain yaitu Kitab Suci Al-Qur'an dan Sunah (hadits)


Baca Lanjuitannya

Selengkapnya...

CoPeR, Copas Peluang Rejeki

Era informasi telah merubah perilaku kehidupan masyarakat. HP telah mempengaruhi pola pikir bahkan banyak yang mengalami perubahan dalam hal ma'isyah.

HP yang awalnya sekedar untuk komunikasi, kini dapat mempermudah pekerjaan. Seorang yang hanya duduk ongkang-ongkang kaki ternyata melakukan pekerjaan sebagai dustributor.

Itulah kecanggihan IT. Kini terbuka lowongan kerja Distributor Tanpa Kantor.

Baca lanjutannya 



Selengkapnya...

HP Jadi Barokah

Dengan Program Ini HP Jadi Barokah.

Barokah itu katsrotul khoir banyak kebaikannya. Dalam dialek lain menjadi berkat asal bukan orang di sekitar saya tinggal karena dianggap bingkisan oleh-oleh sepulang acara tasyukuran atau selamatan .......... ;)


Selengkapnya...

Investasi ala Duainvesta

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Menurut sumber Investasi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
https://id.wikipedia.org/wiki/Investasi.

Selengkapnya...

Baik Menurut Siapa

Baik/buruk, menurut ukuran siapa ?
Al-Birru atau kebaikan banyak disebut dalam alQuran.
Dalam pengertian di masyarakat kebaikan dinilai sebagai amalan yang mulia dalam pandangan secara umumnya. Kebaikan yang dikerjakan seseorang belum tentu baik menurut pihak lain. Tentu hal demikian merupakan hal wajar, karena perbendaan persepsi. Subjektif.

Kebaikan juga dilakukan seseorang pemeluk agama Islam untuk mencari rodho Alloh Swt. Namun apakah Alloh Swt langsung memberikan nilai baik dari kebaikan yang dilakukan seseorang ?

Ternyata Alloh Swt mempunyai standar kualitas tertentu bahwa amalan hamba di nilai sebagai kebaikan.

Baik kalau begitu saya tampilkan firman Alloh Swt mengenai hal tersebut.

Pada Al-Qur'an surah Al-Baqoroh (2): 177  
Bukanlah "al-birro" itu dengan menghadapkan wajahmu (sholat) ke arah timur dan barat , akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Kebaikan menurut penilaian Alloh Swt tdk melihat dulu apa yang nampak di permukaan, nampak pada gerakan hamba sekalipun jelas2 gerakan ibadah , sholat, zakat, sodakoh, kurban, haji dll.
Tapi melihat dasar niat dalam hati.

Jadi iman dalam hati lebih dulu baru berbuat kebajikan maka amal itu dinilai baik dan diberi aj'ron/pahala di sisi Alloh Swt kelak.
Selengkapnya...