Ikhtilaf, Bagaimana Keterangan Alqur'an ?

Islam pada masa Rosulullohi Saw satu golongan. Kini terbecahbelah

Indonesia yang penduduk mayoritas muslim tapi terpecah-pecah Islamnya.

Respon pendek di obrolan chat dari seorang member WA group KTH (Kitab Ta'sisu Himmati) 

 
 https://chat.whatsapp.com/0AIwKWlyGub5wERfVOiJa8

 

 




 

Respon tersebut didahului posting video dari member lain sebelumnya. Video berdurasi 4 menit 13 detik seputar perkembangan Islam di Inggris yang akhir-akhir ini sangat pesat.

Apakah ini artinya Islam akan berjaya di Eropa ?
Indonesia yang penduduk mayoritas muslim tapi terpecah-pecah Islamnya.

Saudara-saudaraku,
Group KTH yang didirikan lebih dua tahun lalu, tepatnya 6-5-2017, memang cukup dinamis. Dari berbagai usia, latar belakang pendidikan dan pemahaman beragama tentunya.
Melihat respon ini, cukup menarik sehingga jadi bahan coretan blog akhir bulan ini.

Fungsi Alqur'an Mensikapi Ikhtilaf.


Ikhtilaf atau perbedaan paham dalam beragama masa sekarang ini tentu bukan hal yang aneh lagi.
Lebih 1400 tahun kita ditinggalkan Rosulullohi Saw, sesuai perjalanan waktu dan sunatulloh Agama Islam menjadi berpecah belah.
Pada masa hidup Rosulullohi Saw sejak dipilih menjadi utusan Alloh pada usia 40 thn diturunkan Alquran yang pertama kali yaitu surah Al-'alaq. Alquran yang berjumlah 6.237 ayat khatam diturunkan kepada Rosulullohi Saw wafat.
Saat wafat itulah kondisi Islam masih satu golongan "ummatan wakhidah" sebagaimana telah dijelaskan pada Surah Al -mu'min [23] : 52-54

52. Sesungguhnya (agama Islam ) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) berpecah belah dalam urusan agama mereka,  Tiap-tiap golongan bangga (merasa paling benar) dengan apa yang ada pada sisi mereka.

54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

Pecah belah Islam sudah pula disabdakan Rosulullohi Saw sebelum wafatnya, dalam hadits riwayat Abu Dawud no hadits 4597.

Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.” 

Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”

Read more https://almanhaj.or.id/453-kedudukan-hadits-tujuh-puluh-tiga-golongan-umat-islam.html
Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”

Read more https://almanhaj.or.id/453-kedudukan-hadits-tujuh-puluh-tiga-golongan-umat-islam.html

Mencari Solusi diantara Perpecahan Islam


Menyaksikan perpecahan Islam yang seolah sulit mencari Islam yang aslinya seperti pada jaman Rosulullohi Saw, beberapa kali terdengar komentar " semua memang begitu, saling mengaku benarnya sendiri". Respon yang mingkin melukiskan rasa kepasrahan.

Alqur'an kitab yang sempurna, petunjuk bagi hamba yang beriman dan menghendaki jalan keselamatan. Di dalamnya telah disebutkan fungsi dan kedudukan mensikapi ikhtilaf ini.

Surah An-nahl [16]
64. Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan supaya kamu terangkan kepada mereka perkara yang mereka perselisihkan (urusan agama), dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. 

Dari ayat tersebut, maka tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Rosulullohi Saw dengan wahyu Alquran dan tuntunannya (dalam hadits) untuk menunjukkan hasil akhir dari sabdanya yang dicatat oleh Abu Dawud di atas.
Jika diikuti secara kaffah maka seorang hamba akan menemukan satu milah atau toifatun (golongan) yang dapat selamat dari perpecahan.

Baca Juga Artikel Relevan :

Cara Belajar Mengaji Mengikuti Cara Para Sohabat 

Awas Rugi Akhirat