Seri Tanya Jawab : Menjadikan Alqur'an di Belakang Punggung


Aswb.
Mungkin perlu didetailkan
Contoh
menjadikan Qur'an didepan semisal kita harus bgmn ?

Menjadikan Qur'an  dibelakgnya semisal bgmn. ?

Begini tulisan respon dari group KTH (Kitab Ta'siisul Himmah) dengan aplikasi media sosial WA.

Grup dengan link di bawah ini 

https://chat.whatsapp.com/0AIwKWlyGub5wERfVOiJa8

dibuat lebih dua tahun lalu , tepatnya pada pada 06/05/2017.
Materi pembahasan utama sesuai nama group yaitu KTH.

Dilatarbelakangi oleh kesibukan para netizen (masyarakat internet) yang ingin tetap ikut mendapatkan materi kajian Qur'an Hadits yang berbasic pesantren. Maka dibuat program KBPJJ (Kajian Berbasic Pesantren Jarak Jauh).

Bertepatan artikel ini diterbitkan pada Rabu, 27/11/2019 masih kajian KTH angkatan ke-VII.

Media Sosial Dinamis 

Sebagaimana karakteristik media sosial yang dihuni penduduk dari berbagai latarbelakang meski ada program tertentu, diantara anggota group boleh jadi mengajukan pertanyaan terkait materi yang dibahas, bahkan memposting materi dengan tema baru.

Terkait dengan pertanyaan sebagaimana kepala tulisan di atas, maka admin atau team redaksi merasa perlu untuk memberikan jawaban. Karena orang bertanya memerlukan jawaban setidaknya tanggapan yang baik.

Pertanyaan muncul dari salah satu member group sebagai respon atas tulisan dalam gambar halaman depan website www.duainvesta.com  






“ Alqur’an adalah penolong yang diberi idzin untuk menolong dan pelapor yang dibenarkan, barangsiapa menjadikan Qu’an di depannya (sebagai pedoman hidup) maka Qur’an menuntunnya ke surga dan barangsiapa menjadikan di belakangnya (mengabaikan ) maka alqur’an menariknya ke neraka”

Sabda Rosulullohi Saw HR.Ibnu Hiban, Baihaqi & Tobroni.

Penanya mengajukan tulisan

Mungkin perlu didetailkan
Contoh
menjadikan Qur'an didepan semisal kita harus bgmn ?

Respon Pertanyaan

Jawaban untuk pertanyaan pertama "menjadikan Qur'an di depannya " maksudnya adalah menjadikannya sebagai pedoman hidup yang harus diikuti. Jika di dalam Qur'an ada amaran atau perintah maka diikuti dan manakala ada larangan maka dijauhi, tidak dikerjakan.

Orang yang mengikuti petunjuk kehidupan di dalam Alqur'an dengan diawali mempelajari artinya ayat, sehingga dapat memahami kandungannya untuk diikuti, maka Alloh akan menggolongkan ke dalam orang yang diberi hidayah.
Hidayah atau petunjuk akan membawa kepada golongan orang beriman. Tentu saja orang iman tidak sebatas meyakini dalam hati namun juga mewujudkan ke dalam amal sholih.
DI dunianya Alloh Swt akan memberikan kehidupan yang baik kepada orang-orang iman.
Sebagaimana tertera pada ٍSurah An-Nahl [16] : 128.


"Barangsiapa yang beramal sholih dari laki-laki atau perempuan dan dia beriman, maka niscaya sungguh kami hidupkan dengan kehidupan yang baik. Dan niscaya sungguh Kami balas pahala mereka dengan yang yg lebih baik dari apa yang mereka amalkan".

Mengedepankan Alqur'an, sudah barang tentu cinta, ridho hatinya dengan segala yang berhubungan dengan Alquran. Silaturakhim , bertemu saudara dalam hal kajian Alqur'an.

Sekarang sudah ada metode mudah, praktis mempelajari Alqur'an dan Suanh (hadits). Bukunya sudah diterbitkan.
Untuk informasi Metode Ekutubu dapat

KLIK DI SINI

Sedang point ke -dua pada pertanyaan
" Menjadikan Qur'an  dibelakgnya semisal bgmn. ?"

Alqur'an adalah kumpulan surat-surat dari Alloh Swt yang ditujuan kepada manusia ciptaanNYA melalui perantara yaitu Malaikat Jibril. Jumlahnya ada 114 surat dari Al-Fatihah hingga An-Nas. Dihimpun menjadi 30 juz.

Barangsiapa menjadikan Alqur'an di belakangnya , maksudnya hidup di alam dunia tidak mempedulikan pedoman hidup yang telah dibuat oleh Yang Memberi Kehidupan.
Berpaling dan lalai dari dzikrulloh (Alqur'an).
Akibatnya orang tersebut akan digandengkan dengan syetan.

Alloh Swt sudah mengingatkan kita dalam Surah Zukhruf [43]:36


" Barangsiapa yang lalai dari ingat Alloh Yang Maha Rohman, maka Kami gandengkan dengan syetan, maka syetan menjadi qorin (teman akrab) baginya" 

Syetan dari golongan iblish yang telah berikrar di hadapan Alloh untuk sebanyak mungkin menyeret manusia menjadi bala tentaranya di neraka kelak, tentu akan memperdaya manusia yang lalai terhadap peringatan Alloh (Alqur'an).

Menjadikan Alqur'an di belakang punggung, menjadi santapan syetan menjadi makhluk yang kufur (mengkingkari firman Alloh). Menjadi golongan jahiliyah , ketidaktahuan (kebodohan;red) yang temtu saja akan diseret ke dalam kehidupan yang penuh dengan siksaan api membara kelak di akhirat.
Di akhirat hanya ada dua kehidupan yang sangat kontras, surga atau neraka.