Tadabur-11 : Makan Bangkai Saudaranya

Klik image di atas utk memperjelas

Ya ay-yu hal-ladziina amanuj'tanibuu katsiiron minadhonni inna ba'dho dzonni itsmun wa laa tajas-sasu wa laa yaghtab ba'dhukum ba'dho ayukhib-bukum akhadukum an ya'kula lakhma achihi maitan fa karihtumuhu, wat-taqulloha innalloha taw-waabur-rokhim.

Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari persangkaan (buruk) sesungguhnya sebagian persangkaan (su'udzon) adalah dosa. Dan janganlah kalian meneliti (mengorek kesalahan) dan jangan kalian menggunjing sebaian kepada sebagian lainnya. Apakah salah satu kalian senang juka memakan daging saudaranya yang menjadi bangkai maka kalian benci melakukannya. Dan taqwallah kepada Alloh sesungguhnya Alloh maha menerima taubat dan maha penyayang.

Orang beriman dilarang berburuk sangka karena buruk sangka itu arahnya dosa. Akibat yang ditimbulkannya makin memperluas keburukan. Alloh juga berfirman dalam hadits qudsi " sesungguhnya Aku tergantung kepada persangkaan hambaku kepadaKu". Ini sangat nyata. Makanya doa yang disertai buruk sangka akan kecil kemungkinan terkabul. Yang doa saja tidak yakin bagaimana Alloh akan mengabulkan.

Jangan kalian mengoreksi, meniti-niti keburukan orang. Dan jangan ghibah menggunjing bahasa gaulnya ngerumpi. Orang yang hobby menggunjing keburukan orang akan dikenal di masyarakat sebagai pribadi yang buruk. Digambarkan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Karena kelakuan tersebut sangatlah buruk. Orang yang senangnya menggunjing dan selalu memberitakan keburukan orang lain biasanya untuk menutupi kekurangan sendiri.

Orang yang taqwa selalu berpikir akibat dari suatu tindakan. Banyak hal yang lebih manfaat untuk dikerjakan daripada perbuatan yang tidak ada manfaatnya bahkan madhorot, membahayakan diri sendiri.