Tadabur-1 : Bicara Membawa Petaka










Klik image di atas untuk memperjelas

'an abi Huroiroh qola , qola Rosulalohi SAW"inna rojila yatakallamu bikalimati laa yaro biha ba'san yahwi biha sab'ina chorifan fii nar.

Dari Abi Huroiroh (dia)berkata, bersabda Rosulullohi SAW sesungguhnya seseorang niscaya dengan suatu kalimat (yang) tidak mengetahui bahaya dengan kalimat itu (maka kelak) dia jatuh karenanya 70 tahun di dalam neraka.

Bicara memang mudah. Setiap diri manusia diberi lesan oleh Alloh SWT memang untuk bicara.
Namun bicara yang seperti apa sehingga terjadi seorang sampai jatuh terbang melayang selama 70 tahun di dalam neraka.

Orang berbicara sama-sama mengeluarkan suara, yang membedakan adalah maksud dan akibat dari suaranya itu.
Dari ucapannya seorang dapat memperolah hasil yang positif buat dirinya, keluarganya, bangsa dan agamanya.
Namun juga tidak mustahil seorang dijebloskan ke dalam penjara, bahkan penjara abadi di akhirat juga karena suara dari lisannya.

Kalau contoh yang pertama ya suara yang baik, bicara yang baik untuk mendukung pekerjaan yang khalal. Sebagai guru, sebagai konsultan. Bicara untuk da'wah yang baik2 yang benar sesuai petunjuk Rosulallohi SAW.

Tapi dari bicara yang buruk seperti memfitnah, mengadu domba, mengajak atau da'wah ternyata menyalahi aturan Rosululloh SAW. Bukannya hasil pahala berupa surga yang jadi idaman, melainkan hukuman dari Alloh di akhirat berupa kehidupan yang menyengsarakan di dalam neraka.

Di sini pentingnya belajar da'wah yang benar sesuai petunjuk Alloh dan Rosulnya.

Kebenaran sabda nabi tentang dalamnya neraka dengan kedalaman jarak tempuh benda jatuh selama 70 tahun diperkuat dalil lainnya dalam hadits riwayat Tirmidzi juz 4 hal.708.