Pembahasan LPM Kajian no.31 : Penyampai Amanah Rosulullohi SAW













Klik image di atas untuk memperbesar

Qola Rosulullohi SAW " bal-lighu 'anni walau ayatan wa khaditsu 'an Bani Isroil laa kharoja. wa man kadhaba 'alaya muta'ammidan fal yatabawa' maq'adahu minannari"

Bersabda Rosulullohi SAW menyampaikanlah kamu sekialian dariku walaupun satu ayat, dan ceritakalah dari Bani Isroil tidak berdosa. dan barangsiapa berdusta atasnamaku maka menempatilah tempat duduknya dari neraka.

Pada hadits ini Rosulullohi SAW menyeru kepada siapa saja supaya menyampaikan ilmu agama walaupun hanya satu ayat. Untuk menjadi mubaligh -sebutan orang yang menyampaikan ilmu agama-tidak harus punya ilmu banyak terlebih dulu.
Sebagaimana yang tersurat pada QS.At-Takhrim (66);6 " Hai orang-orang beriman jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka..........." Apa yang dimiliki dari pengetahuan agama segeralah ajak keluargamu bersama-sama berupaya mengindahkan perintah Alloh SWT agar terjaga dari api neraka.

Seruan Alloh SWT pada ayat tersebut jagalah diri kamu dan keluargamu, berarti bersama-sama, bukannya kemudian.

Berda'wah meskipun dengan satu ayat juga mengandung arti tidak harus sempurna lebih dulu bagi yang akan melakukan dakwah. Selain sifat manusia tidak ada yang sempurna, justru sambil berjalannya waktu dengan mengajak itu dampaknya positif. Orang yang sudah mengajak maka dalam dirinya timbul upaya untuk menyesuaikan dengan apa yang telah diucapkan. Berdakwah untuk sendiri lebih dulu tentunya.

Jika mendengar hadits di atas kemudian kita tergerak hati untuk menyampaikan ilmu agama meskipun baru satu ayat berarti kita menyampaikan amanah dari Rsoulullohi SAW. Semoga dengan demikian kita disaksikan menjadi umatnya yang mencintai sunah/tuntunannya, insyaAlloh.

Kemudian kalimat berikutnya dan ceritakanlah kisah-kisah Bani Isroil. Anak turun Nabi Ya'kub yang kemudian tersohor dengan julukan Bani Isroil, mempunyai banyak kisah yang dapat dipetik hikmahnya sebagai peringatan bagi kaum muslimin. Rosulullohi SAW memperbolehkan untuk disampaikan juga.Tidak dosa.

Dan barangsiapa berdusta atasnama rosul dengan sengaja maka dipersilahkan menempati tempat duduk di neraka.
Ilmu agama sebagai dasar keyakinan hingga pengamalan sudah baku dan pada jaman sekarang sudah terbukukan rapih. Cara mengaji untuk mendapatkan pengertian yang terhimpun dalam Kitabillahi dan Sunah(hadits) Nabi, sudah ada ketentuannya.
Pengertian yang Rosulullohi SAW ajarkan kepada para sohabatnya waktu itu menjadi tolak ukur nilai ajaran yang murni. Kita sekarang sangat bersyukur dapat menjumpai kitab hadits sohih. Kitab yang sudah diakui kesohihannya oleh ulama sedunia sekurang-kurangnya ada enam kitab yang disebut kutubusita atau kitab yang enam. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai.  

Semanjak jaman Rosulullohi SAW hingga akhir jaman kelak siapapun boleh menyampaikan ajaran agama Islam sebagai aktivitas dakwah, yang benar-benar bersumber kepada Kitabillah dan Sunah (hadits) nabi.
.
Jika ada diantara para penyeru dakwah atau siapapun yang menyampaikan suatu nilai ajaran dan kenyataan tidak terdapat dalam ajaran rosul namun mengatasnamakan dari rosul berarti orang telah berdusta atasnama rosul. Orang tersebut dipersilahkan masuk neraka saja. Karena dia telah mengada-ada sehingga mencoreng ajaran Islam yang asli. Maka pantas balasan yang setimpal dia rasakan.