Pembahasan LPM Kajian No.7 : Menghindarkan Siksaan Neraka Sa'ir












 Klik immage di atas untuk memperjelas


NB : Mohon diperhatikan bahwa tulisan lafadz Arabic pada posting ini berwarna hijau, sedang terjemahnya berwarna biru. Mengenai posisinya disesuaikan dengan tempatnya. Yang terpenting Saudara tidak mengalami kesulitan dalam memahaminya.


wa qolu lau kunna nasma'u au na'qilu ma kunna fii ashabi sa'iir (Quran Surah Al-Mulk [67];10)


Dan berkata (mereka penghuni neraka) andai ada kami (di dunia) mendengar atau kami berakal maka tidak ada kami penghuni neraka sa'ir.


Saudara-saudaraku, dalam ayat tersebut diterangkan bagaimana seorang yang masuk neraka sa'ir menyesalkan kondisi waktu di dunia yang pernah dilaluinya semasa hidup, tidak mendengarkan dan tidak berakal (menggunakan akalnya) terhadap peringatan tuhan.


Tidak mendengarkan nasihat atau ajakan dari sesama manusia untuk berbuat kebajikan memperhatikan seruan Alloh SWT dalam kitab al-Quran, serta tidak menggunakan akal sehat dan jernih untuk mengikuti jalan yang benar yang sudah didengung2kan dalam kitabillah wa sunati nabiyihi (petunjuk rosul).


Sa'iir merupakan nama neraka semisal jahannam, wail, saqqor dll sudah menanti di akhirat bagi manusia yang tidak mau menggunakan anugerah yang telah diterima dari Sang Pencipta.


Inti dari ayat ini diperkuat dengan ayat lainnya yaitu Surah al-A'rof (7);179 " Dan niscaya Aku jadikan untuk jahannam , kebanyakannya dari jin dan manusia, bagi mereka mempunyai hati (namun) tidak memahami dengannya, bagi meraka mata (tetapi) tidak melihat dengannya , bagi mereka telinga (tapi) tidak mendengarkan dengannya, mereka itulah sebagaimana binatang bahkan lebih hina, mereka itulah orang2 yang lalai"


Kalau manusia yg ditugaskan untuk beribadah kepadaNYA tapi tidak sadar, tidak paham akan posisinya sebagai makhluk yang mengemban amanah dari Alloh SWT sampai habis kesempatan hidupnya, maka mereka itu sangat rugi. Kehidupan duniawi yang hiruk pikuk, gegap gempita, glamor mungkin telah memperdayanya sehingga matanya silau sehingga lalai dari ingat akan Aloh SWT.


Maka syukurlah jika kita mendapat kesempatan untuk lebih banyak bertafakur "pikir-pikir" terhadap hikmah yang terkandung di dalam ayat dengan demikian ada harapan Alloh Ta'ala berkenan memberikan bimbingan ke jalan yang benar " shirotol mustaqiim"


Sekarang kita masih hidup di dunia namun telah mendapat " bocoran skenario" yang akan Alloh SWT peragakan di hari akhirat. Ayat yang kita kaji di atas benar2 akan terjadi, kita yang mau belajar sehingga paham arti kandungan al-Quran sungguh merupakan anugerah yang luar biasa.